Kemenhub Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Kemacetan saat Mudik Lebaran

Senin, 25 Maret 2024 - 19:18 WIB
loading...
Kemenhub Siapkan Sejumlah...
Staf Khusus Menteri Perhubungan dan Jubir Kemenhub Adita Irawati, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan strategi untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pemudik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hadapi lonjakan pemudik Lebaran 2024 , pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi mulai dari pembatasan angkutan logistik, hingga rekayasa lalu lintas. Persiapan tersebut dilakukan agar pelaksanaan mudik Lebaran 2024 berjalan dengan aman dan lancar.

Staf Khusus Menteri Perhubungan dan Jubir Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati, menyampaikan pemerintah telah menyiapkan serangkaian strategi untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pemudik.

"Pemerintah melalui Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kakorlantas Polri telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2024/1445 H," ujarnya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema '193,6 Juta Orang Mudik, Bagaimana Antisipasi Pemerintah?” Senin (25/3/2024).

Baca juga: Polri Siapkan 5.784 Pos Pengamanan dan Pelayanan Selama Mudik Lebaran 2024

Dalam SKB itu disebutkan untuk mengurai kepadatan di waktu puncak yang diprediksi pada arus mudik dan balik 2024, pemerintah akan menerapkan metode pembatasan dan rekayasa lalu lintas. Adita menegaskan kebijakan tersebut tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan mudik yang nyaman, bukan membatasi orang.

Untuk pembatasan, pemerintah telah mengumumkan pembatasan operasional kendaraan barang, khususnya yang bersumbu tiga atau lebih mulai 5-16 April 2024. "Kendaraan ini dikenal bergerak lambat dan berpotensi menyebabkan kepadatan. Namun, pengecualian diberikan untuk angkutan barang pokok seperti sembako, BBM, dan hantaran uang," imbuh Adita.

Baca juga: 7 Tol Ini Gratis selama Mudik Lebaran 2024, Berikut Daftarnya

Sementara itu, untuk rekayasa lalu lintas, kata Adita, pihaknya telah menyiapkan tiga skema yaitu contra flow, one-way, dan ganjil-genap. Skema ini akan diterapkan berdasarkan kondisi lalu lintas aktual selama periode mudik. Sebelumnya, skema ini juga telah disiapkan pada musim libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Akan tetapi situasi di lapangan ternyata suasana masih kondusif, sehingga tidak jadi diterapkan.

Adita juga mengimbau bagi pemudik yang berencana menggunakan sepeda motor untuk memikirkan kembali opsinya. Seperti pada tahun sebelumnya, pemerintah kembali menyediakan mudik gratis yang kali ini dapat mengangkut sekitar 13.000 sepeda motor.

"Mudik gratis yang disediakan oleh pemerintah dan BUMN merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati mudik yang nyaman dan aman. Pendaftaran masih dibuka sampai saat ini, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya," papar dia.

Pada dasarnya, pemerintah tidak bisa melarang masyarakat untuk menggunakan roda dua. Namun, imbauan dan saran terus disampaikan agar pemudik memilih moda transportasi yang lebih aman. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan berbagai pihak, mulai kepolisian hingga operator transportasi umum, untuk mengatur peningkatan kapasitas angkutan umum dan memastikan keselamatan menjadi prioritas utama.

Dengan persiapan yang matang, pemerintah berharap mudik tahun ini akan berjalan lancar dan nyaman bagi semua pemudik. Keselamatan tetap menjadi prioritas, dan kerja sama antara pemerintah, operator, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan antisipasi mudik kali ini.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
3 Kombes Digeser ke...
3 Kombes Digeser ke Korlantas Polri pada Mutasi Mei 2026, Ada Ka SPN Polda Metro Jaya
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rekomendasi
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved