Vaksin dari China Sudah Uji Klinis, DPR Ungkap Belum Dibahas Detail
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
"Karena kita bangga kalau kita bisa memiliki produk dalam negeri yang pastinya mudah-mudahan ini bisa lebih sesuai dengan masyarakat Indonesia, dan bahkan kita sudah berbicara anggaran juga untuk disupportnya," jelasnya.
Kata Kurniasih, selepas pembahasan rapat vaksin lokal tiba-tiba muncul informasi datangnya vaksin dari luar negeri yang sekarang sedang diuji klinis tahap tiga. Vaksin dimaksud ialah buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.
"Pada saat sesudah pembahasan rapat itulah muncul informasi datangnya vaksin dari luar yang sekarang uji klinis," ungkapnya.
(Baca: Pidato Jokowi soal Penanggulangan Covid-19 Harus Segera Direalisasikan)
Pada prinsipnya, lanjut Kurniasih, pihaknya amat memahami bahwa pemerintah tengah berupaya memberikan penanganan terbaik kepada rakyat Indonesia. Namun ia bilang bahwa pada saat rapat dengan DPR, pembahasan yang mendetail hanyalah vaksin lokal, bukan yang hasil kerja sama dengan perusahaan China.
"Tetapi kita dari Komisi IX sangat konsen dengan vaksin yang benar-benar memenuhi kriteria gitu ya. Pertama, yang saat itu kita diskusikan sangat mendalam sampai malam itu diskusi rapat kita ya Prof Amin yah mendetail sekali gitu kita bahas. Makanya kita agak kaget ketika ada vaksin lain yang dihadirkan di Indonesia tapi tidak didiskusikan dan tidak dikoordinasikan ataupun dibahas di Komisi IX," beber Kurniasih.
Kata Kurniasih, selepas pembahasan rapat vaksin lokal tiba-tiba muncul informasi datangnya vaksin dari luar negeri yang sekarang sedang diuji klinis tahap tiga. Vaksin dimaksud ialah buatan perusahaan China, Sinovac Biotech.
"Pada saat sesudah pembahasan rapat itulah muncul informasi datangnya vaksin dari luar yang sekarang uji klinis," ungkapnya.
(Baca: Pidato Jokowi soal Penanggulangan Covid-19 Harus Segera Direalisasikan)
Pada prinsipnya, lanjut Kurniasih, pihaknya amat memahami bahwa pemerintah tengah berupaya memberikan penanganan terbaik kepada rakyat Indonesia. Namun ia bilang bahwa pada saat rapat dengan DPR, pembahasan yang mendetail hanyalah vaksin lokal, bukan yang hasil kerja sama dengan perusahaan China.
"Tetapi kita dari Komisi IX sangat konsen dengan vaksin yang benar-benar memenuhi kriteria gitu ya. Pertama, yang saat itu kita diskusikan sangat mendalam sampai malam itu diskusi rapat kita ya Prof Amin yah mendetail sekali gitu kita bahas. Makanya kita agak kaget ketika ada vaksin lain yang dihadirkan di Indonesia tapi tidak didiskusikan dan tidak dikoordinasikan ataupun dibahas di Komisi IX," beber Kurniasih.
Lihat Juga :