Menko Hadi Sebut Sengketa Laut China Selatan Belum Temui Titik Terang

Selasa, 19 Maret 2024 - 19:31 WIB
loading...
Menko Hadi Sebut Sengketa...
Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto mengatakan sengketa di Laut China Selatan (LCS) masih terus berlangsung dan belum menemui titik terang. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto mengatakan sengketa di Laut China Selatan (LCS) masih terus berlangsung dan belum menemui titik terang.

Hal itu dikarenakan Republik Rakyat China (RRC) terus melakukan penghalauan kapal nelayan yang menangkap ikan di LCS dan langkah tersebut mendapatkan protes dari negara tetangga Indonesia yakni Filipina.

Baca juga: Menko Polhukam Sebut Indonesia Punya Kepentingan Besar di Laut China Selatan

Padahal, klaim atas LCS dari RRC sudah ditolak Mahkamah Arbitrase Internasional atau Permanent Court of Arbitration (PCA) karena tidak memiliki landasan hukum internasional.

"Namun RRC menolak putusan tersebut, RRC berargumen bahwa putusan tidak sah. Melanggar Unclos 1982 (Konvensi PBB tentang hukum laut) dan hak berdaulat RRC di LCS," ujar Hadi dalam webinar yang bertajuk 'Menjaga Kedaulatan dan Mencari Kawan di Laut China Selatan', Selasa (19/3/2024).

"Hal ini mengakibatkan sampai saat ini sengketa belum menemui menemui titik terang," sambung Hadi.

Hadi melanjutkan pihaknya telah mencatat seringnya terjadi insiden di wilayah LCS, yang mana jika tidak dikelola dengan baik akan dapat memicu konflik terbuka insiden saling tabrak antara kapal-kapal RRC dan Filipina.

"Penggunaan laser dan water canon ataupun blokade akses nelayan mengancam stabilitas dan perdamaian di LCS," tandasnya.

Baru-baru ini, di tahun 2023 lalu RRC kembali secara unilateral mengeluarkan peta baru menambahkan satu garis putus-putus menjadi 10 dash line, yang mengklaim seluruh wilayah LCS.

Baca juga: Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS

"Di beberapa bagian, garis putus-putus tersebut bahkan tumpang tindih dengan wilayah ZEE kita di Laut Natuna Utara. Peta RRC ini mengundang protes keras dari berbagai negara termasuk Indonesia," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Prabowo: Saya Kalau...
Prabowo: Saya Kalau ke Luar Negeri Sangat Dihormati, Banyak Negara Minta Bantuan Kita
Dikritik Sering ke Luar...
Dikritik Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Untuk Amankan Minyak, Gue Harus ke Mana-mana
Peneliti UHAMKA Soroti...
Peneliti UHAMKA Soroti Dampak Perang Iran Terhadap Indonesia
Bahas Kode Etik Perilaku...
Bahas Kode Etik Perilaku di Laut China Selatan, Akademisi Tekankan Pentingnya Sentralitas ASEAN dan UNCLOS
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Berita Terkini
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved