Mengharukan! Doa Orang Tua Antarkan Penyadap Karet jadi Prajurit TNI AD
Senin, 18 Maret 2024 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Dengan tekad yang kuat, Sahat Maruli mengikuti pendidikan di Rindam II/Swj. Meski sempat gagal, namun Sahat terus mencoba. “Saya juga pernah test dan 2 kali gagal yaitu seleksi Bintara TNI AD dan Tamtama TNI AD,” ucapnya.
Baca juga: Danjen Kopassus Sukses Jadi Pangdam IV Diponegoro, Nomor 1 dan 2 Melejit Jadi KSAD
Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra mengapresiasi keberhasilan Prada Sahat Maruli menjadi prajurit TNI. “Yang melantik mereka seharusnya Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil, karena beliau ada kegiatan di Jakarta yang urgen maka upacara di Rindam dipimpin Kasdam II/Swj yaitu Brigjen TNI Ruslan Effendy,” ujarnya.
Keberhasilan Sahat Maruli, kata Kolonel Arh Saptarendra memberikan inspirasi setiap orang bisa mewujudkan mimpinya meski secara ekonomi dapat dikatakan berat.
“Orang tua petani dan ibu rumah tangga, dan untuk bantu keluarga, dia bekerja sebagai penyadap karet di kebun orang lain. Sahat membuktikan untuk jadi prajurit tidak harus mengeluarkan biaya yang besar apalagi menyuap,” ujar Sapta tegas.
Baca juga: Danjen Kopassus Sukses Jadi Pangdam IV Diponegoro, Nomor 1 dan 2 Melejit Jadi KSAD
Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra mengapresiasi keberhasilan Prada Sahat Maruli menjadi prajurit TNI. “Yang melantik mereka seharusnya Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil, karena beliau ada kegiatan di Jakarta yang urgen maka upacara di Rindam dipimpin Kasdam II/Swj yaitu Brigjen TNI Ruslan Effendy,” ujarnya.
Keberhasilan Sahat Maruli, kata Kolonel Arh Saptarendra memberikan inspirasi setiap orang bisa mewujudkan mimpinya meski secara ekonomi dapat dikatakan berat.
“Orang tua petani dan ibu rumah tangga, dan untuk bantu keluarga, dia bekerja sebagai penyadap karet di kebun orang lain. Sahat membuktikan untuk jadi prajurit tidak harus mengeluarkan biaya yang besar apalagi menyuap,” ujar Sapta tegas.
Lihat Juga :