3 Pati TNI AU Berpeluang Jadi KSAU, Nomor Terakhir Mantan Ajudan Jokowi

Kamis, 07 Maret 2024 - 17:57 WIB
loading...
3 Pati TNI AU Berpeluang...
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo akan memasuki masa pensiun pada 9 April 2024 bertepatan memasuki usia 58 tahun. Foto/Dok TNI AU
A A A
JAKARTA - Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai ada tiga Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (AU) berpeluang menjabat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pengganti Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Diketahui, Fadjar akan memasuki masa pensiun atau usia 58 tahun pada bulan depan atau bertepatan pada Hari Angkatan Udara 9 April 2024.

“Setidaknya ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pembangunan kekuatan udara, yaitu aspek organisasi, teknologi, dan kesiapan operasi. Artinya, organisasi harus dikembangkan agar sesuai ragam ancaman dengan mempertimbangkan kondisi geopolitik-geostrategis, juga harus mampu menjawab tantangan dan mengantisipasi kendala,” kata Khairul Fahmi kepada SINDOnews, Kamis (7/3/2024).

Dia menjelaskan, terkait aspek teknologi dibutuhkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara yang bukan saja modern, tapi juga siap tempur, memiliki efek deteren yang memadai, serta mampu beroperasi multimisi dan multiperan. “Baik itu pesawat tempur, pesawat angkut, artileri pertahanan udara, bahkan sistem radar,” ujarnya.

Baca juga: KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Jelang Pensiun, Ini 6 Pati TNI AU Berpeluang Menggantikan

Dia menuturkan, kesiapan operasi ini meliputi upaya memelihara kesiapsiagaan tempur dan meningkatkan kecakapan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan strategi operasi, serta penggunaan dan pemeliharaan alutsista. “Memastikan alutsista dalam keadaan terawat, terpelihara dan siap tempur, juga memastikan ketersediaan dukungan logistik,” imbuhnya.

Dia mengatakan, perang Rusia Vs Ukraina menunjukkan betapa pentingnya dominasi kekuatan udara (air power), baik melibatkan pesawat berawak, tak berawak, dan berbagai varian alutsista udara dengan persenjataannya. “Begitu juga bagi Indonesia, kekuatan udara nasional berperan penting menjaga kedaulatan NKRI di udara. Dengan keberadaan pesawat tempur andal, TNI AU akan disegani di kawasan,” ujarnya.

Dalam konteks postur pertahanan udara Indonesia, lanjut dia, belanja alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) alutsista harus dilihat sebagai bagian dari keseluruhan upaya meningkatkan kemampuan TNI AU. “Karena itu harus selalu dipastikan bahwa usulan-usulan belanja TNI AU benar-benar berbasis kebutuhan bukan sekadar keinginan,” jelasnya.

Menurut dia, belanja itu juga harus merupakan bagian dari upaya membangun supremasi dan superioritas udara sebagai variabel penting untuk meningkatkan kewibawaan, bargaining position, dan mengamankan arah kepentingan nasional Indonesia agar tetap terjaga. “Jadi walaupun kapasitas kekuatan udara saat ini masih kalah dari Australia dan Singapura, setidaknya upaya Indonesia untuk menjadi stabilisator kawasan sudah akan berjalan di jalur yang tepat,” ucapnya.

Dia juga berpendapat bahwa harus diakui kekuatan udara Indonesia masih belum cukup memadai untuk menjaga ruang udara sepenuhnya. “Apalagi untuk benar-benar menjadi kekuatan yang disegani dunia. Masih jauh,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, TNI AU masih paling bawah standar kekuatan pokok TNI atau Minimum Essential Force (MEF). “TNI AU baru separuh capaian, baru mendekati 50 persen MEF. Itu artinya masih tertinggal dengan matra lain sehingga tentu saja perlu menjadi perhatian supaya peremajaan maupun pengembangan kekuatan ini tetap proporsional,” jelasnya.

Bahkan, sambung dia, kalaupun konteks kekinian harus dipertimbangkan juga, maka laporan Panglima TNI pada Komisi I DPR soal meningkatnya pelanggaran ruang udara oleh pesawat asing beberapa tahun terakhir. “Saya kira sudah cukup untuk menunjukkan tantangan dan ancaman itu,” ucapnya.

“Apalagi pertahanan udara Indonesia memang sedang dihadapkan pada kesenjangan antara kekuatan faktual dengan kebutuhan hadirnya kekuatan udara yang bukan saja modern, tapi juga siap tempur, memiliki efek deteren memadai serta mampu beroperasi multimisi dan multiperan,” sambungnya.

Ke depan, kata dia, TNI AU juga harus terus memperkuat kemampuan interoperabilitas baik antar kesatuan di lingkungan TNI AU sendiri, maupun antarmatra. Dia menjelaskan, interoperabilitas adalah kemampuan bertindak bersama secara koheren, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan taktis, operasional, dan strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
6 Pati TNI AU Duduki...
6 Pati TNI AU Duduki Jabatan Strategis usai Sertijab, Ini Nama-namanya
11 Pati TNI AU Terima...
11 Pati TNI AU Terima Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama, Ini Namanya
Dominasi Langit: Menakar...
Dominasi Langit: Menakar TNI AU-1 di Tengah Tradisi dan Relasi
Selamat! 6 Atlet TNI...
Selamat! 6 Atlet TNI AU Sandang Pangkat Perwira
Profil Marsda TNI Mochammad...
Profil Marsda TNI Mochammad Untung Suropati, Asisten Intelijen KSAU yang Kini Jabat Pangkodau II
Srikandi Langit Angkatan...
Srikandi Langit Angkatan Udara: Jejak Langkah Letda Tek Qorina Menembus Awan
Rekrutmen Tamtama PK...
Rekrutmen Tamtama PK TNI AU 2026 Dibuka, Ini Persyaratan Selengkapnya
Penerimaan Perwira PSDP...
Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026 Dibuka, Ini Persyaratannya
Rekomendasi
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Daftar Microdrama Enemy...
Daftar Microdrama Enemy to Lovers di V+Short, Dari Benci Jadi Cinta
Berita Terkini
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved