Polemik Sirekap, Protes Keras Partai Perindo Didasarkan Objektivitas Bukan Subjektif Semata

Kamis, 29 Februari 2024 - 00:57 WIB
loading...
Polemik Sirekap, Protes...
Ketua DPP Partai Perindo Abdul Kholik Ahmad menerangkan, protes keras Partai Perindo kepada penyelenggaraan Pemilu 2024 bukan didasarkan subjektif semata. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo , Abdul Kholik Ahmad menerangkan, protes keras yang dilayangkan Partai Perindo kepada penyelenggaraan Pemilu 2024 bukan didasarkan urusan subjektif semata, tapi ada persoalan objektif yang lebih luas.

Hal ini disampaikan Kholik dalam jumpa pers terkait pernyataan sikap Partai Perindo tentang suara hilang Pemilu 2024 yang digelar di Kantor DPP Partai Perindo, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

"Protes keras Perindo atas pelaksanaan Pemilu dan hasil-hasilnya itu memang didasarkan pada hal-hal yang objektif, bukan persoalan subjektif semata," kata Abdul Kholik menegaskan.

Salah satu yang menjadi persoalan adalah carut marutnya Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Pemilu 2024 yang belakangan dikritisi banyak pihak.

Baca juga: Roy Suryo Duga KPU Atur Persentase Hasil Pilpres 2024 Sebelum Quick Count

Ia tak ingin penyelenggara Pemilu 2024 hanya memandang Sirekap ini sebatas alat bantu publik untuk mengetahui perolehan suara hasil Pemilu 2024 dengan cepat. Namun, mereka juga harus memastikan bahwa pelaksanaan dari Sirekap itu bisa berjalan dengan baik.

Kholik pun menyoroti adanya perubahan suara yang terjadi di Sirekap. Dari yang semula angkanya diumumkan ada ratusan ribu suara, tapi perkembangannya terus menurun hingga ke angka puluhan.

"Dan akhirnya hilang. Jadi saya kira ini hal yang memang perlu dikritisi," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengakui jika pihaknya menemukan data terkait adanya perbedaan data terkait hasil suara pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dengan foto dokumen C hasil ukuran plano yang diunggah.

"Kami di KPU Pusat melalui sistem yang ada itu termonitor daerah mana saja yang antara unggahan formulir C hasilnya dengan yang konversinya salah, itu termonitor," kata Hasyim dalam jumpa persnya di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

Dia memastikan, adanya perbedaan data ini yang viral di media sosial juga sudah menjadi temuan yang telah dipantau oleh sistemnya. Hasyim mengatakan, dari sistem yang ada, bisa terlihat secara jelas di mana wilayah yang hasilnya berbeda antara dokumen C Hasil dengan data di Sirekap.

"Oleh karena itu, kami sesungguhnya mengetahui dan tentu saja untuk yang perhitungan atau konversi dari yang formulir ke angka-angka penghitungan, akan kami koreksi sesegera mungkin," ujarnya.

Kendati demikian, Hasyim mengaku bersyukur dengan adanya temuan-temuan seperti ini. Menurutnya, hal ini sebagai penanda bahwa aplikasi Sirekap yang disediakan KPU sebagai alat bantu masyarakat untuk mengetahui perolehan suara Pemilu 2024 dengan cepat, bisa bekerja.

"Apa indikatornya? Karena publik bisa melaporkan kepada KPU. Kalau Sirekap ini tidak bekerja kan tidak mungkin orang bisa melapor, bisa mengetahui bahwa publikasi formulir C hasil yang diunggah dengan konversinya salah, itu kan gara-gara bisa mengakses Sirekap kan?" tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Berita Terkini
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved