LSI: Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Merosot
Minggu, 25 Februari 2024 - 15:09 WIB
loading...
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memberikan keterangan saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (25/2/2024). Foto: Zoom
A
A
A
JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat atau pemilih terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 terus merosot. Persepsi itu terpotret dari hasil jejak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 19-21 Februari 2024.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, anjloknya persepsi publik itu dengan membandingkan data exitpoll yang dilakukan pada 14 Februari 2024. Saat itu, sebanyak 94,6% publik masih merasa puas atas penyelenggaraan Pemilu 2024.
Baca juga: Daftar 4 Hasil Pemilu di Dunia yang Dibatalkan karena Curang
"Tetapi 5-10 hari kemudian kita tanyakan lagi pertanyaan yang sama, tingkat kepuasannya turun. Dari 94,5% menjadi 83,6%. Hanya dalam waktu 5-10 hari itu ada penurunan yang signifikan sampai 10% lebih dari tingkat kepuasan penyelenggaraan pemilu," ujar Djayadi saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (25/2/2024).
Salah satu faktor turunnya tingkat kepuasan publik karena masifnya pemberitaan negatif terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024. Salah satunya pemberitaan terkait polemik Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap).
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, anjloknya persepsi publik itu dengan membandingkan data exitpoll yang dilakukan pada 14 Februari 2024. Saat itu, sebanyak 94,6% publik masih merasa puas atas penyelenggaraan Pemilu 2024.
Baca juga: Daftar 4 Hasil Pemilu di Dunia yang Dibatalkan karena Curang
"Tetapi 5-10 hari kemudian kita tanyakan lagi pertanyaan yang sama, tingkat kepuasannya turun. Dari 94,5% menjadi 83,6%. Hanya dalam waktu 5-10 hari itu ada penurunan yang signifikan sampai 10% lebih dari tingkat kepuasan penyelenggaraan pemilu," ujar Djayadi saat pemaparan hasil survei secara daring, Minggu (25/2/2024).
Salah satu faktor turunnya tingkat kepuasan publik karena masifnya pemberitaan negatif terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024. Salah satunya pemberitaan terkait polemik Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap).
Lihat Juga :