Menpan-RB Segera Tandatangani Penegerian STHD Klaten Jadi STAHN Jawa Dwipa
Jum'at, 23 Februari 2024 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karenanya, Menpan-RB mendorong STHD untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam melahirkan alumni ataupun lulusan yang unggul. Di akhir pengarahannya, Menpan-RB mendukung dan memberikan support untuk penegerian kampus STHD, serta mengajak menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni dan spiritual sesuai dengan arahan dan pesan Presiden Republik Indonesia.
Menpan-RB berharap, perubahan proses pengalihan status STHD tersebut dapat segera terealisasi. “Ini bertepatan dengan hari baik di umat Hindu. Dan ini adalah tanda bahwa umat Hindu di Jawa khususnya, dan di Indonesia, menyambut harapan yang luar biasa,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kemenag RI Prof. I Nengah Duija.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena sudah berkenan memberikan kesempatan kepada umat Hindu mengembangkan pendidikan keagamaan di level pendidikan tinggi. “Mudah-mudahan harapan dari Pak Menpan-RB bisa ditindaklanjuti dan bisa menghasilkan sumber daya Hindu yang andal untuk membangun peradaban Hindu di tanah Jawa ini,” harap Dirjen Bimas Hindu.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan bahwa STHD Klaten ini sebagai tempat untuk melahirkan guru agama Hindu. “Oleh karenanya kampus STHD ini harus terus bergerak untuk dapat meningkatkan kualitas lulusannya. Selain itu, berbagai situs sejarah, artefak yang ada di Pulau Jawa, seperti Candi Prambanan dan masih banyak candi-candi yang lain memerlukan SDM untuk dapat mengungkap dan juga merawat peradaban Indonesia,” katanya.
Sehingga, lanjut dia, aktivitas-aktivitas akademis dan riset-riset ilmiah harus diupayakan untuk dikembangkan oleh Perguruan Tinggi, dan STHD berpeluang untuk dapat menjaga hal tersebut. “Dengan demikian, STHD yang sudah hampir lima tahun menunggu keputusan dan penegerian kampus ini untuk dapat meningkatkan aktivitas-aktivitas ilmiah agar dapat merawat dan menjaga peradaban Nusantara,” tuturnya.
Menpan-RB berharap, perubahan proses pengalihan status STHD tersebut dapat segera terealisasi. “Ini bertepatan dengan hari baik di umat Hindu. Dan ini adalah tanda bahwa umat Hindu di Jawa khususnya, dan di Indonesia, menyambut harapan yang luar biasa,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kemenag RI Prof. I Nengah Duija.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas karena sudah berkenan memberikan kesempatan kepada umat Hindu mengembangkan pendidikan keagamaan di level pendidikan tinggi. “Mudah-mudahan harapan dari Pak Menpan-RB bisa ditindaklanjuti dan bisa menghasilkan sumber daya Hindu yang andal untuk membangun peradaban Hindu di tanah Jawa ini,” harap Dirjen Bimas Hindu.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu menyampaikan bahwa STHD Klaten ini sebagai tempat untuk melahirkan guru agama Hindu. “Oleh karenanya kampus STHD ini harus terus bergerak untuk dapat meningkatkan kualitas lulusannya. Selain itu, berbagai situs sejarah, artefak yang ada di Pulau Jawa, seperti Candi Prambanan dan masih banyak candi-candi yang lain memerlukan SDM untuk dapat mengungkap dan juga merawat peradaban Indonesia,” katanya.
Sehingga, lanjut dia, aktivitas-aktivitas akademis dan riset-riset ilmiah harus diupayakan untuk dikembangkan oleh Perguruan Tinggi, dan STHD berpeluang untuk dapat menjaga hal tersebut. “Dengan demikian, STHD yang sudah hampir lima tahun menunggu keputusan dan penegerian kampus ini untuk dapat meningkatkan aktivitas-aktivitas ilmiah agar dapat merawat dan menjaga peradaban Nusantara,” tuturnya.
Lihat Juga :