KPU Sebut 71 Petugas Pemilu 2024 Meninggal Dunia

Senin, 19 Februari 2024 - 17:42 WIB
loading...
KPU Sebut 71 Petugas...
Ketua KPU RI Hasyim Asyari menyebut, 71 petugas Pemilu 2024 meninggal dunia. Foto/MPI/danandaya arya putra
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari menyebut, 71 petugas Pemilu 2024 meninggal dunia. Selain itu 4.567 petugas juga dilaporkan sakit.

"Dalam catatan kami yang meninggal ada 71 orang," kata Hasyim dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (19/2/2024).

Mereka terdiri atas, satu Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK). Kemudian, empat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa atau kelurahan.

Baca juga: Memanas, Massa Aksi Tolak Pemilu Curang Bakar Ban di Sekitar Kantor KPU

"Kemudian anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di tingkat TPS ada 42 orang, kemudian Linmas yang menjaga keamanan kegiatan penghitungan pemungutan suara yang meninggal 24 orang," sambungnya.

KPU juga mencatat, 4.567 petugas dilaporkan sakit. Rinciannya di tingkat Kecamatan atau PPK 136 orang, di tingkat PPS Desa dan Kelurahan ada 696 orang, kemudian anggota KPPS di tingkat TPS ada 3.371 orang, sedangkan Linmas yang sakit ada 364 orang.

Baca juga: Ketua KPU Sebut 35 Orang Badan Ad Hoc Pemilu 2024 Meninggal Dunia

Hasyim mengatakan, pihaknya telah menyediakan santunan sebesar Rp36.000.000 dan bantuan biaya pemakaman sebesar Rp10.000.000. Besaran santunan telah diatur berdasarkan Surat Menteri Keuangan S-647/MK.02/2022 melalui Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) tahapan pemilihan umum dan tahapan pemilihan.

"Saudara sekalian untuk yang santunan tentu saja kami untuk menyalurkan santunan perlu verifikasi data tersebut dan juga dokumen-dokumen pendukung. Sampai dengan saat ini per tanggal 17 februari santunan yang telah disalurkan sebanyak 4 anggota badan ad hoc yang meninggal," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Istri Mendiang Jakob...
Istri Mendiang Jakob Oetama Maria Bernadeth Latifah Meninggal Dunia
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Peabo Bryson Meninggal...
Peabo Bryson Meninggal Dunia, Suara Legendaris Disney Kini Tinggal Kenangan
Rekomendasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved