Pemilu 2024 Damai, GP Ansor Gelar Tasyakuran Kemenangan Bangsa Indonesia
Kamis, 15 Februari 2024 - 22:31 WIB
loading...
Ketum PP GP Ansor), Addin Jauharudin mengatakan kegiatan tasyakuran ini sebagai rasa syukur atas lancar dan suksesnya Pemilu 2024. Foto/GP Ansor
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengumumkan seruan kepada seluruh Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor untuk melaksanakan “Tasyakuran Kemenangan Bangsa Indonesia”.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (Ketum PP GP Ansor), Addin Jauharudin mengatakan kegiatan tasyakuran ini sebagai rasa syukur atas lancar dan suksesnya Pemilu 2024.
Baca juga: Polemik Sirekap Pemilu 2024, Bawaslu Temukan 80 Ribu Pemilih dalam Satu TPS
“Alhamdulillahirabbil’alamin, Pemilu tahun 2024 telah berjalan dengan sukses, lancar dan damai,” ujar Addin dalam keterangannya, Kamis (15/2/2024).
Addin mengatakan bahwa hasil Pemilu 2024 harus diterima secara ikhlas dengan tanpa unsur mencemooh satu sama lain.
“Ada dua hal yang harus kita lakukan usai Pemilu ini, pertama, kita harus ikhlas menerima hasil akhir perhitungan suara. Perdebatan yang muncul karena persoalan dukung-mendukung harus kita buang jauh-jauh,” tegas Addin.
“Kedua, saatnya kita rekonsiliasi, menggandeng tangan satu sama lain, menjahit kembali simpul kebangsaan, bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (Ketum PP GP Ansor), Addin Jauharudin mengatakan kegiatan tasyakuran ini sebagai rasa syukur atas lancar dan suksesnya Pemilu 2024.
Baca juga: Polemik Sirekap Pemilu 2024, Bawaslu Temukan 80 Ribu Pemilih dalam Satu TPS
“Alhamdulillahirabbil’alamin, Pemilu tahun 2024 telah berjalan dengan sukses, lancar dan damai,” ujar Addin dalam keterangannya, Kamis (15/2/2024).
Addin mengatakan bahwa hasil Pemilu 2024 harus diterima secara ikhlas dengan tanpa unsur mencemooh satu sama lain.
“Ada dua hal yang harus kita lakukan usai Pemilu ini, pertama, kita harus ikhlas menerima hasil akhir perhitungan suara. Perdebatan yang muncul karena persoalan dukung-mendukung harus kita buang jauh-jauh,” tegas Addin.
“Kedua, saatnya kita rekonsiliasi, menggandeng tangan satu sama lain, menjahit kembali simpul kebangsaan, bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.
Lihat Juga :