Tanggapi Quick Count Pilpres 2024, Anies Ingin Teruskan Gerakan Perubahan
Rabu, 14 Februari 2024 - 23:42 WIB
loading...
Capres-capres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers di markas Timnas Anies-Cak Imin (Amin), Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024) malam. FOTO/MPI/MUHAMMAD FARHAN
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyambangi markas Timnas Anies-Cak Imin (Amin) di Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024) malam. Anies datang bersama dengan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Kedatangan Anies-Muhaimin ke Markas Timnas Amin untuk menanggapi hasil hitung capet atau quick count Pilpres 2024. Dalam kesempatan tersebut, Anies menyatakan bahwa gerakan perubahan yang digaungkan dalam beberapa bulan belakangan ini bukan hanya sekadar tema kampanye.
"Alhamdulillah kami bersyukur sekali bahwa gerakan perubahan yang kita kerjakan bersama-sama selama beberapa bulan ini telah berhasil membawa nuansa baru di dalam kegiatan kampanye," kata Anies.
"Tapi, gerakan perubahan itu bukan hanya soal tema kampanye, kita memiliki misi yang jauh lebih besar, kita ingin membangun demokrasi di Indonesia dan menjadi demokrasi yang menjunjung tinggi adab, yang menjunjung tinggi etika, demokrasi yg memberikan ruang yg terhormat bagi gagasan, ide, dialog dan itu juga yang kami kerjakan selama ini," katanya.
Kedatangan Anies-Muhaimin ke Markas Timnas Amin untuk menanggapi hasil hitung capet atau quick count Pilpres 2024. Dalam kesempatan tersebut, Anies menyatakan bahwa gerakan perubahan yang digaungkan dalam beberapa bulan belakangan ini bukan hanya sekadar tema kampanye.
"Alhamdulillah kami bersyukur sekali bahwa gerakan perubahan yang kita kerjakan bersama-sama selama beberapa bulan ini telah berhasil membawa nuansa baru di dalam kegiatan kampanye," kata Anies.
"Tapi, gerakan perubahan itu bukan hanya soal tema kampanye, kita memiliki misi yang jauh lebih besar, kita ingin membangun demokrasi di Indonesia dan menjadi demokrasi yang menjunjung tinggi adab, yang menjunjung tinggi etika, demokrasi yg memberikan ruang yg terhormat bagi gagasan, ide, dialog dan itu juga yang kami kerjakan selama ini," katanya.
Lihat Juga :