Siti Zuhro Prihatin dengan Kemunduran Demokrasi di Indonesia

Sabtu, 10 Februari 2024 - 00:21 WIB
loading...
Siti Zuhro Prihatin...
Peneliti Utama Politik Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro. Foto/Riana Rizkia
A A A
JAKARTA - Peneliti Utama Politik Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemunduran demokrasi di Indonesia. Hal itu dia ungkap dalam acara deklarasi manifesto kebangsaan bertajuk 'Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala'.

"Jujur saya sangat prihatin sebagai peneliti, sebagai intelektual, dan berkecimpung di penelitian dan tentu demokrasi bagian dari mata kuliah kami sebagai sarjana ilmu sosial politik," katanya di iNews Tower, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2024).

Awalnya, Siti Zuhro mengatakan bahwa pemilu diharapkan dapat menjadi cara agar era otoriter berakhir setelah masa Orde Baru. Namun, Siti Zuhro melihat Indonesia justru mengalami kemunduran demokrasi setelah masa tersebut.

"Maka inilah mulai bangkit rakyat sebagai pemegang kedaulatan, kita memiliki semacam kebebasan berpendapat. Kali ini dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ketika pilpresnya kita lakukan langsung, demikian juga pilkada, ceritanya begitu," ucapnya.

Baca Juga: Digitalisasi Demokrasi

Realitasnya, kata Siti Zuhro, yang terjadi rakyat hanya disuguhkan pasangan calon yang sudah ditentukan. Rakyat, kata Siti Zuhro, tidak diberikan kebebasan, seolah-olah dipaksa untuk menyetujui keputusan para penguasa untuk menentukan siapa pemimpin selanjutnya.

"Jadi kita tidak diberikan keleluasaan, dengan masyarakat kita yang majemuk luar biasa ini, dengan sisi multipartai itu, tetap saja maunya dua pasangan calon, maunya satu putaran saja, sudah jangan diontrang-antring lebih dari sekali, seolah-olah seperti itu," katanya.

Siti Zuhro mengatakan, pada Pilpres 2004 ada lima pasangan calon yang bertarung. "Lumayan, perkara ada yang kalah, itu sudah hukum alam. Tapi mulai 2014 kita tidak disuguhi lagi seperti itu. Maka ini yang menjadi concern kira, keprihatinan kita, dan dalam perkembangannya kita tidak naik kelas mulu setiap pemilu, setiap pilpres endingnya itu konflik," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved