Para Guru Besar Minta Jokowi Netral, Yenny Wahid: Mereka Pengukur Baik Buruknya Demokrasi

Selasa, 06 Februari 2024 - 21:17 WIB
loading...
Para Guru Besar Minta...
Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid turut berkomentar terkait banyaknya guru besar dari berbagai perguruan tinggi mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi saat Pemilu 2024. Foto/MNC Media
A A A
MALANG - Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid turut berkomentar terkait banyaknya guru besar dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di berbagai daerah yang mengkritik situasi politik dan pemerintahan Presiden Joko Widodo saat Pemilu 2024. Para guru besar tersebut meminta Jokowi netral dan tidak intervensi jalannya Pilpres 2024.

Yenny Wahid menyebutkan bahwa suara para akademisi dan guru besar tersebut merupakan suara dari kampus dan hal itu menjadi barometer suhu demokrasi di Indonesia.Baca juga: Tolak Sivitas Akademika Disebut Naikkan Elektoral Paslon Tertentu, Butet: Guru Besar Jangan Dilecehkan

"Mereka menjadi alat pengukur apakah Indonesia ini sedang baik-baik saja atau tidak. Ketika kampus bersuara menyuarakan keprihatinan tentang penyelenggaraan pemilu yang dianggap penuh kecurangan. Lalu hal-hal yang bersifat etis banyak dilanggar. Nah ini tentu menjadi keprihatinan kita," ujar Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid ini usai menghadiri kegiatan di Kota Malang, Selasa (6/2/2024).

Yenny yang juga Direktur Wahid Foundation ini menyebutkan bahwa perjuangan melawan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) pada zaman Orde Baru merupakan perjuangan yang sangat besar dan telah memakan banyak korban baik mahasiswa, aktivis HAM, aktivis kemanusiaan, aktivis demokrasi dan lainnya.

"Ini harus kita jaga, demokrasi ini adalah sebuah sistem yang telah kita pilih bersama dan berhasil diraih dengan pengorbanan yang tidak main-main," jelasnya.

Dengan demikian, kata Yenny, pendapat rakyat tentang pemilu yang adil, pemilu yang jujur tersebut harus dijaga.

"Jadi ketika akademisi bersuara ya, tentu bagi kita menjadi keprihatinan yang luar biasa. Dan bagi kami makin menguatkan keinginan untuk berjuang, untuk menjaga demokrasi," paparnya.

Selain itu, Yenny juga mengaku sedih dengan adanya aparat baik TNI dan Polri yang melakukan intimidasi terhadap rakyat terkait pemilu. Yenny menyebut para aparat tersebut terpaksa melakukan ini karena mereka juga diintimidasi dan dipaksa untuk melakukan hal itu.

"Jadi permintaan kita jelas, tolonglah para aparat keamanan TNI dan Polri jangan dihadapkan-hadapkan dengan rakyat, berikan mereka kekuasaan untuk menjaga netralitas. Karena mereka adalah abdi negara, bukan abdi keluarga," katanya.

Oleh karena itu, aparat TNI-Polri tidak boleh lagi dijadikan momok yang menakutkan di tengah masyarakat dan mengintimidasi rakyatnya sendiri.

Baca juga: Sivitas Akademika Kritik Jokowi, Ikrar Nusa Bhakti: Aksi Seperti 98 Bukan Mustahil Terjadi

"Padahal mereka sendiri tugas yang paling utama adalah untuk menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Jangan paksa mereka untuk berhadapan dengan rakyat. Biarkan mereka bekerja dengan profesional, baik aparat desa, aparat keamanan, TNI, Polri, ASN semuanya itu tetap mengabdi pada negara. Jangan paksa mereka untuk berhadap- hadapan dengan rakyat," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Yenny Wahid Bicara Soal...
Yenny Wahid Bicara Soal Polemik Komika Pandji yang Dilaporkan ke Polisi
Perkuat Kemandirian...
Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Sosial Perempuan, Wahid Foundation Luncurkan Maitra
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Raih Penghargaan Womens...
Raih Penghargaan Women's Inspiration Awards, Yenny Wahid Dedikasikan untuk Seluruh Perempuan Indonesia
Soal Beda Awal Puasa,...
Soal Beda Awal Puasa, Yenny Wahid Tegaskan Pentingnya Hormati Perbedaan
Rekomendasi
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Berita Terkini
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved