Sambangi Embung Kaliaji Sleman, Ganjar: Tak Hanya Dilestarikan, Seni Tradisional Harus Dikembangkan
Selasa, 06 Februari 2024 - 20:56 WIB
loading...
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang juga diusung oleh Partai Perindo mendatangi Embung Kaliaji, yang terletak di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang juga diusung oleh Partai Perindo mendatangi Embung Kaliaji, yang terletak di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024). Kedatangan Ganjar ke Embung Kaliaji untuk menghadiri acara bertajuk "Jathil Bareng Mas Ganjar”.
Ketika tiba, Capres berambut putih ini disambut kesenian Jathilan dan ribuan masyarakat Sleman yang sudah menantinya untuk bertemu secara langsung. Adapun Jathilan merupakan kesenian yang telah lama dikenal oleh masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya bahkan juga di wilayah Jawa Tengah.
Kesenian Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, jaran kepang, dan kuda kepang. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengaku seperti bernostalgia semasa kecil lantaran kerap menonton kesenian seperti Jathilan.
Baca juga: Temui Penyandang Disabilitas di Balikpapan, Ganjar Pranowo Panen Dukungan dan Doa
Ganjar menyebut seni tradisional tak hanya cukup dengan dilestarikan, tapi harus dikembangkan agar tak lekang oleh zaman. “Kalau saya kecil itu kan di desa ya reog, jathilan ya terus kemudian kesenian tradisional-tradisional yang ditarikan oleh siapa pun,” tegas Ganjar di Embung Kaliaji, Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024).
“Maka, hari ini di Sleman mereka mengundang (saya) Jathilan, masyarakat bisa berkumpul dengan bahagia, inilah seni-seni tradisional tidak hanya dilestarikan, tapi dikembangkan,” sambungnya.
Dikatakan Ganjar, seni tradisional seperti Jathilan ini harus sering ditampilkan melalui sebuah festival. Dengan begitu, bisa memberikan pesan kepada masyarakat jika Indonesia kaya akan budaya.
Ketika tiba, Capres berambut putih ini disambut kesenian Jathilan dan ribuan masyarakat Sleman yang sudah menantinya untuk bertemu secara langsung. Adapun Jathilan merupakan kesenian yang telah lama dikenal oleh masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya bahkan juga di wilayah Jawa Tengah.
Kesenian Jathilan juga dikenal dengan nama kuda lumping, jaran kepang, dan kuda kepang. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengaku seperti bernostalgia semasa kecil lantaran kerap menonton kesenian seperti Jathilan.
Baca juga: Temui Penyandang Disabilitas di Balikpapan, Ganjar Pranowo Panen Dukungan dan Doa
Ganjar menyebut seni tradisional tak hanya cukup dengan dilestarikan, tapi harus dikembangkan agar tak lekang oleh zaman. “Kalau saya kecil itu kan di desa ya reog, jathilan ya terus kemudian kesenian tradisional-tradisional yang ditarikan oleh siapa pun,” tegas Ganjar di Embung Kaliaji, Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024).
“Maka, hari ini di Sleman mereka mengundang (saya) Jathilan, masyarakat bisa berkumpul dengan bahagia, inilah seni-seni tradisional tidak hanya dilestarikan, tapi dikembangkan,” sambungnya.
Dikatakan Ganjar, seni tradisional seperti Jathilan ini harus sering ditampilkan melalui sebuah festival. Dengan begitu, bisa memberikan pesan kepada masyarakat jika Indonesia kaya akan budaya.
Lihat Juga :