Jadi Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin Fokus Bangkitkan Sektor Ekonomi

Sabtu, 03 Februari 2024 - 10:14 WIB
loading...
Jadi Ketua Umum GP Ansor,...
Yaqut Cholil Qoumas menyalami Addin Jauharuddin yang terpilih menjadi Ketua Umum GP Ansor dalam Kongres ke-XVI yang digelar di atas KM Kelud yang berlayar dari Tanjung Priok Jakarta ke Tanjung Emas Semarang, Jumat-Sabtu (2-3/2/2024). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Addin Jauharuddin terpilih menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam Kongres ke-XVI yang digelar di atas KM Kelud yang berlayar dari Tanjung Priok Jakarta ke Tanjung Emas Semarang, Jumat-Sabtu (2-3/2/2024). Addin telah resmi menerima estafet kepemimpinan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).

Penyerahan estafet ini ditandai dengan pemberian panji organisasi dari Gus Yaqut kepada Addin pada apel di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Sabtu (3/2/2024) dini hari. Sektor perekonomian menjadi salah satu fokus program yang akan dijalankan Addin dalam menakhodai Ansor ke depan. Rencana besar Addin ini pun selaras dengan sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dari arena Kongres XVI.

"Ada dua program besar yang menjadi perhatian ke depan. Pertama, pembangunan sumber daya manusia. Kedua, membangkitkan ekonomi kader dan organisasi," kata Addin di Semarang.



Addin yang pernah menjabat Ketua Umum PMII periode 2011-2013 ini mengatakan, program-program pemberdayaan dua bidang di atas selama ini sudah dilakukan oleh Ansor di bawah kepemimpinan Gus Yaqut. Untuk itu, mantan Bendahara Umum PP GP Ansor ini bertekad akan melanjutkan program yang sudah berjalan baik selain akan melakukan inovasi dari berbagai sisi.

Pada bidang ekonomi, GP Ansor juga terus mendorong kemandirian bangsa melalui berbagai upaya seperti dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi kreatif. Kongres XVI GP Ansor juga menghasilkan beberapa rekomendasi.

Pertama, GP Ansor mendorong setiap upaya dan kebijakan pemerintah dalam melakukan deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha guna menghilangkan duplikasi, memperkuat koherensi, dan konsistensi dan memangkas peraturan yang menghambat daya saing industri nasional.

Baca juga: Tiba di Semarang, Ketua Umum Ansor Baru Disambut 1.000 Kader Banser

Kedua, dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, GP Ansor mendorong dan mendukung upaya-upaya dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur dan proyek strategis nasional di bidang pangan, pemanfaatan lahan sub-optimal. Selain itu pelembagaan penyangga pangan guna mewujudkan kedaulatan pangan, menjamin stabilitas harga dan menjaga ketersediaan pangan di dalam negeri, kemitraan mutualistik antara seluruh pemangku kepentingan, serta pemanfaatan konsep pertanian pangan modern dan produksi organik.

Ketiga, GP Ansor mendorong dan mendukung upaya-upaya dan revitalisasi kebijakan-kebijakan dan program-program pembangunan maritim yang berpihak terhadap nelayan lokal yang mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesinambungan sektoral. Keempat, mendukung pemerintah untuk selalu meningkatkan lapangan kerja. Dalam konteks ini, perlu terus diwujudkan pengembangan industri kreatif dalam menyediakan lapangan kerja yang berkualitas.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
5 Fakta Kanada Lolos...
5 Fakta Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Afrika Selatan
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved