Datangi Gedung DPR, Laskar Merah Putih Ajak Masyarakat untuk Pemilu Damai
Sabtu, 03 Februari 2024 - 00:07 WIB
loading...
Ormas Laskar Merah Putih menggelar aksi damai di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih menggelar aksi damai di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).
Aksi itu dipimpin langsung Ketua Umum Laskar Merah Putih HM Arsyad Cannu. Dalam orasinya, Arsyad mengajak masyarakat melakukan pemilu damai dan menolak provakasi politik dan perbuatan inkonstitusional yang terancam memecah belah NKRI.
“Kami mencinta Tanah Air dan berkomitmen dalam nilai-nilai bangsa, menyampaikan tuntutan aksi sebagai manifestasi keinginan kami untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Tolak Pemakzulan Jokowi, Laskar Merah Putih Bakal Gelar Aksi Damai di Gedung DPR
Atas dasar itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersatu dalam mendukung pelaksanaan pemilu damai, bersih, dan transparan.
“Pemilu yang bebas dari intimidasi dan kekerasan adalah fondasi utama bagi keberlanjutan demokrasi kita,” ucap Arsyad.
Menurut dia, provokasi politik dapat menciptakan ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat. Semua pihak harus mengajak dialog yang konstruktif demi mencapai persatuan nasional.
Aksi itu dipimpin langsung Ketua Umum Laskar Merah Putih HM Arsyad Cannu. Dalam orasinya, Arsyad mengajak masyarakat melakukan pemilu damai dan menolak provakasi politik dan perbuatan inkonstitusional yang terancam memecah belah NKRI.
“Kami mencinta Tanah Air dan berkomitmen dalam nilai-nilai bangsa, menyampaikan tuntutan aksi sebagai manifestasi keinginan kami untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Tolak Pemakzulan Jokowi, Laskar Merah Putih Bakal Gelar Aksi Damai di Gedung DPR
Atas dasar itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersatu dalam mendukung pelaksanaan pemilu damai, bersih, dan transparan.
“Pemilu yang bebas dari intimidasi dan kekerasan adalah fondasi utama bagi keberlanjutan demokrasi kita,” ucap Arsyad.
Menurut dia, provokasi politik dapat menciptakan ketegangan dan perpecahan di tengah masyarakat. Semua pihak harus mengajak dialog yang konstruktif demi mencapai persatuan nasional.
Lihat Juga :