Pengamat Nilai Gimik Gibran saat Debat Cawapres Kekanak-kanakan
Senin, 22 Januari 2024 - 20:16 WIB
loading...
Debat keempat Pilpres 2024 yang dilakukan oleh para cawapres. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, debat keempat Pilpres 2024 yang dilakukan oleh para cawapres makin menguatkan argumentasi bahwa kematangan dan kedewasaan itu penting.
Hal tersebut merujuk pada gimik yang dikeluarkan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat berada di panggung debat. Buat Pangi, hal itu merupakan sikap yang kekanak-kanakan.
"Tidak bijaksana, suka merendahkan dan mempermalukan orang lain, bicara di luar konteks dan cenderung tidak nyambung serta penampilan penuh gimik dan gestur yang cenderung mengejek menjadi tontonan paling memalukan sepanjang sejarah debat capres-cawapres di negeri ini," kata Pangi saat dihubungi, Senin (22/1/2024).
Baca juga: Momen Gibran Dicecar Mahfud dan Cak Imin soal Redistribusi Lahan dalam Debat
Pangi melanjutkan, pada debat terakhir cawapres dengan tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa semalam, Gibran tampil agresif bahkan cenderung mengabaikan substansi dari tema yang diperdebatkan.
Hal tersebut merujuk pada gimik yang dikeluarkan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka saat berada di panggung debat. Buat Pangi, hal itu merupakan sikap yang kekanak-kanakan.
"Tidak bijaksana, suka merendahkan dan mempermalukan orang lain, bicara di luar konteks dan cenderung tidak nyambung serta penampilan penuh gimik dan gestur yang cenderung mengejek menjadi tontonan paling memalukan sepanjang sejarah debat capres-cawapres di negeri ini," kata Pangi saat dihubungi, Senin (22/1/2024).
Baca juga: Momen Gibran Dicecar Mahfud dan Cak Imin soal Redistribusi Lahan dalam Debat
Pangi melanjutkan, pada debat terakhir cawapres dengan tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa semalam, Gibran tampil agresif bahkan cenderung mengabaikan substansi dari tema yang diperdebatkan.
Lihat Juga :