Komisi VI DPR Dukung Bio Farma Genjot Produksi Vaksin COVID-19
Selasa, 11 Agustus 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
"Nah memang itu sudah sesuai dengan arah apa yang ditetapkan oleh rapat kerja dengan Komisi VI,” imbuhnya.
Dia melanjutkan setidaknya ada dua peran dan tugas BUMN khususnya BUMN sektor Farmasi dalam hal ini Bio Farma selaku induk dari BUMN Farmasi dalam menanggulangi pandemi COVID-19 ini. “Pertama adalah bagaimana hal yang terkait dengan masalah penyembuhan dan penyebaran, kedua adalah masalah vaksin,” katanya.
Menurutnya, tugas pertama Bio Farma adalah bagaimana fokus berkonsentrasi mengadakan suatu pengkajian untuk segera berkolaborasi dengan berbagai perusahaan farmasi dunia maupun WHO untuk secepat mungkin proaktif untuk mendapatkan vaksin.
“Sekaligus bagaimana Bio Farma bisa melibatgandakan dan memperbanyak vaksin tersebut guna memastikan virusnya atau nanti vaksin dan setelah itu akan ditemukan obat-obatnya. Obatnya itu nanti boleh (diproduksi) BUMN Farmasi lainnya, tapi obatkan harus ketemu kalau vaksinnya ketemu dulu,” terang Aria. (Baca juga: Tercatat Sebanyak 85.928 Orang Menjadi Suspek COVID-19)
Kedua, masalah penekanan penyebaran virus dengan mematuhi protokol COVID-19, seperti pengadaan masker, selalu menjaga jarak, serta kegiatan peningkatan penguatan imun Vitamin C bagi kekebalan tubuh. “Memang sudah tugas sebagai Bio Farma dan itu menjadi keputusan antara Kementerian BUMN sebagai mitra kerja Komisi VI,” pungkasnya.
Dia melanjutkan setidaknya ada dua peran dan tugas BUMN khususnya BUMN sektor Farmasi dalam hal ini Bio Farma selaku induk dari BUMN Farmasi dalam menanggulangi pandemi COVID-19 ini. “Pertama adalah bagaimana hal yang terkait dengan masalah penyembuhan dan penyebaran, kedua adalah masalah vaksin,” katanya.
Menurutnya, tugas pertama Bio Farma adalah bagaimana fokus berkonsentrasi mengadakan suatu pengkajian untuk segera berkolaborasi dengan berbagai perusahaan farmasi dunia maupun WHO untuk secepat mungkin proaktif untuk mendapatkan vaksin.
“Sekaligus bagaimana Bio Farma bisa melibatgandakan dan memperbanyak vaksin tersebut guna memastikan virusnya atau nanti vaksin dan setelah itu akan ditemukan obat-obatnya. Obatnya itu nanti boleh (diproduksi) BUMN Farmasi lainnya, tapi obatkan harus ketemu kalau vaksinnya ketemu dulu,” terang Aria. (Baca juga: Tercatat Sebanyak 85.928 Orang Menjadi Suspek COVID-19)
Kedua, masalah penekanan penyebaran virus dengan mematuhi protokol COVID-19, seperti pengadaan masker, selalu menjaga jarak, serta kegiatan peningkatan penguatan imun Vitamin C bagi kekebalan tubuh. “Memang sudah tugas sebagai Bio Farma dan itu menjadi keputusan antara Kementerian BUMN sebagai mitra kerja Komisi VI,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :