Komunikasi Kubu Anies dan Ganjar untuk Minimalkan Potensi Kecurangan Pemilu 2024
Jum'at, 12 Januari 2024 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Maka dengan garis tebal bahwa mereka mau melawan penguasa, maka perlu membangun komunikasi menjadi sebuah strategi. Hensat menilai, Capres 02 Prabowo Subianto dan timnya memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan memenangkan kontestasi ini. Namun justru di sini sekaligus menjadi titik lemahnya.
“Ada dua hal blunder dari 02 yang bisa membuat pemilik suara itu berbalik, pertama mereka kan penguasa, mereka merasa di atas angin, memastikan mereka akan menang.” sebut Hensat,
Karena terlalu percaya diri, Prabowo kerap ‘melepas topeng gemoynya’. “Percaya diri yang berlebihan membuat citra gemoy atau topeng gemoy seringkali dilepas oleh Pak Prabowo. Kan dilihat ya, setelah debat kemudian ketemu dengan pendukung, terus emosi di situ. Jadi citra gemoy sering dilepas, topengnya sering dilepas,” kata Hensat.
Kedua, tentu karena bongkar pasang topeng, kesempatan untuk melakukan blunder sangat besar. “Kalau blunder terus kan bisa ditinggal oleh masa pendukung. Jadi dua hal itu yang bisa membuat mereka terpuruk,” tambah Hensat.
Namun menurut Hensat, kalau bicara ada kecurangan, itu butuh pembuktian. “Lalu tentang kecurangan, sulit ini kalau tidak terlalu masif atau tidak ada perlawanan yang gigih dari masyarakat dan pasangan yang dirugikan. Kecurangan itu akan numpang lewat saja,” katanya.
“Ada dua hal blunder dari 02 yang bisa membuat pemilik suara itu berbalik, pertama mereka kan penguasa, mereka merasa di atas angin, memastikan mereka akan menang.” sebut Hensat,
Karena terlalu percaya diri, Prabowo kerap ‘melepas topeng gemoynya’. “Percaya diri yang berlebihan membuat citra gemoy atau topeng gemoy seringkali dilepas oleh Pak Prabowo. Kan dilihat ya, setelah debat kemudian ketemu dengan pendukung, terus emosi di situ. Jadi citra gemoy sering dilepas, topengnya sering dilepas,” kata Hensat.
Kedua, tentu karena bongkar pasang topeng, kesempatan untuk melakukan blunder sangat besar. “Kalau blunder terus kan bisa ditinggal oleh masa pendukung. Jadi dua hal itu yang bisa membuat mereka terpuruk,” tambah Hensat.
Namun menurut Hensat, kalau bicara ada kecurangan, itu butuh pembuktian. “Lalu tentang kecurangan, sulit ini kalau tidak terlalu masif atau tidak ada perlawanan yang gigih dari masyarakat dan pasangan yang dirugikan. Kecurangan itu akan numpang lewat saja,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :