Blusukan ke Pasar-pasar, Atikoh Ganjar: Masyarakat dan Pedagang Butuh Harga yang Stabil
Rabu, 03 Januari 2024 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang pedagang cemilan tradisional "Rambut Nenek" mengeluhkan harga gula yang melambung dari Rp12.000 per kilogram (kg) menjadi Rp18.000 per kg.
"Terkait dengan harga gula, yang ini saya ditangisi seluruh ibu-ibu rumah tangga. Tapi bukan hanya harga gula saja kan ibu-ibu ya?" ujar Atikoh.
Dia menuturkan, sebenarnya masyarakat dan pedagang sama-sama tidak menuntut harga bahan pokok yang murah, melainkan yang terjangkau dan stabil. Diakui harga bahan pangan kalau murah, maka akan merugikan para petani, juga pedagang karena margin keuntungan tipis.
Begitu pula jika harga pangan terlalu mahal, daya beli masyarakat berkurang, dan pedagang pun tak bisa mengambil keuntungan. "Jadi masyarakat dan pedagang itu yang dibutuhkan bukan harga murah tapi affordable, maksudnya yang terjangkau dan stabil. Sebab kalau harga pangan dari produk pertanian murah, yang nangis nanti petaninya," tutup Atikoh.
"Terkait dengan harga gula, yang ini saya ditangisi seluruh ibu-ibu rumah tangga. Tapi bukan hanya harga gula saja kan ibu-ibu ya?" ujar Atikoh.
Dia menuturkan, sebenarnya masyarakat dan pedagang sama-sama tidak menuntut harga bahan pokok yang murah, melainkan yang terjangkau dan stabil. Diakui harga bahan pangan kalau murah, maka akan merugikan para petani, juga pedagang karena margin keuntungan tipis.
Begitu pula jika harga pangan terlalu mahal, daya beli masyarakat berkurang, dan pedagang pun tak bisa mengambil keuntungan. "Jadi masyarakat dan pedagang itu yang dibutuhkan bukan harga murah tapi affordable, maksudnya yang terjangkau dan stabil. Sebab kalau harga pangan dari produk pertanian murah, yang nangis nanti petaninya," tutup Atikoh.
(maf)
Lihat Juga :