Refleksi 2023, Capaian Kinerja Pengelolaan Hutan Lestari Cemerlang
Kamis, 28 Desember 2023 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Agus juga mengatakan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui kemitraan kehutanan, telah sesuai dengan kebijakan untuk memacu implementasi Multi Usaha Kehutanan (MUK). Di mana PBPH tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan kayu tetapi juga pada hasil hutan non kayu, termasuk untuk ketahanan pangan, dengan pola agroforestri.
“Implementasi MUK diperlukan karena mampu meningkatkan nilai ekonomi riil kawasan hutan dan meningkatkan produktivitas kawasan hutan dengan mendorong proses diversifikasi produk hilir,” tandasnya.
Sepanjang 2023 implementasi MUK telah dilaksanakan di 14.078 hektare pada areal PBPH yang berlokasi di 7 provinsi dan 28.203 hektare pada 12 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani dengan multiusaha kehutanan dengan Pola agroforestrisalah satunya untuk ketahanan pangan. Agus menambahkan, implementasi MUK juga telah diterapkan pada areal 64 unit KPH seluas 12.210 hektare pada 14 provinsi. Baca juga: Spesies Katak Bertaring Terkecil di Dunia Ditemukan di Hutan Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan saat ini iklim usaha hutan lestari semakin positif yang berdampak pada kinerja pengelolaan hutan lestari terus meningkat. “Kebijakan yang diterapkan oleh KLHK semakin mendorong PBPH untuk berkinerja dengan baik,” katanya.
Indroyono menuturkan, ke depan PBPH akan terus mendukung arahan pengelolaan hutan lestari KLHK. Salah satunya dengan mempercepat implementasi MUK dan melakukan diversifikasi produk industri hasil hutan untuk keberlanjutan usaha kehutanan.
“Implementasi MUK diperlukan karena mampu meningkatkan nilai ekonomi riil kawasan hutan dan meningkatkan produktivitas kawasan hutan dengan mendorong proses diversifikasi produk hilir,” tandasnya.
Sepanjang 2023 implementasi MUK telah dilaksanakan di 14.078 hektare pada areal PBPH yang berlokasi di 7 provinsi dan 28.203 hektare pada 12 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani dengan multiusaha kehutanan dengan Pola agroforestrisalah satunya untuk ketahanan pangan. Agus menambahkan, implementasi MUK juga telah diterapkan pada areal 64 unit KPH seluas 12.210 hektare pada 14 provinsi. Baca juga: Spesies Katak Bertaring Terkecil di Dunia Ditemukan di Hutan Indonesia
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan saat ini iklim usaha hutan lestari semakin positif yang berdampak pada kinerja pengelolaan hutan lestari terus meningkat. “Kebijakan yang diterapkan oleh KLHK semakin mendorong PBPH untuk berkinerja dengan baik,” katanya.
Indroyono menuturkan, ke depan PBPH akan terus mendukung arahan pengelolaan hutan lestari KLHK. Salah satunya dengan mempercepat implementasi MUK dan melakukan diversifikasi produk industri hasil hutan untuk keberlanjutan usaha kehutanan.
(poe)
Lihat Juga :