Ganjar Terima Curhatan Nelayan Indramayu soal Bajak Laut: Pemerintah Harus Tindak Tegas!
Sabtu, 23 Desember 2023 - 15:22 WIB
loading...
Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu dengan ribuan nelayan, petambak ikan, dan petani garam di TPI Karangsong, Indramayu, Sabtu (23/12/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu dengan ribuan nelayan, petambak ikan, dan petani garam di TPI Karangsong, Indramayu, Sabtu (23/12/2023). Capres yang didukung PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura itu dicurhati adanya aksi bajak laut yang memeras para nelayan saat melaut.
Bajak laut itu diduga berlatar belakang preman yang mencari uang dari memungut liar nelayan atas dalih keamanan. Satu kapal besar biasanya diminta menyerahkan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta tiap kali melaut.
Amirudin, salah seorang nelayan mengaku di hadapan Ganjar bahwa bajak laut itu selalu meminta jatah uang untuk pengamanan dan izin masuk wilayah melaut. "Ada bajak laut, Pak. Mereka meminta uang Rp5 juta, paling kecil Rp2 juta kalau kita pas melaut," katanya.
Baca juga: Ganjar Sarapan di Indramayu, Pemilik Nasi Lengko Ibu Tiri: Ramah dan Merakyat
Menurut Amir, bajak laut itu bukan dari kalangan petugas atau oknum negara, melainkan preman. Biasanya mereka mengendarai kapal speed boat dan menghampiri kapal nelayan.
"Mereka naik kapal cepat, dan minta uang terutama kapal-kapal nelayan yang besar. Uang itu untuk keamanan dan izin masuk wilayah melaut," jelasnya.
Bajak laut itu diduga berlatar belakang preman yang mencari uang dari memungut liar nelayan atas dalih keamanan. Satu kapal besar biasanya diminta menyerahkan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta tiap kali melaut.
Amirudin, salah seorang nelayan mengaku di hadapan Ganjar bahwa bajak laut itu selalu meminta jatah uang untuk pengamanan dan izin masuk wilayah melaut. "Ada bajak laut, Pak. Mereka meminta uang Rp5 juta, paling kecil Rp2 juta kalau kita pas melaut," katanya.
Baca juga: Ganjar Sarapan di Indramayu, Pemilik Nasi Lengko Ibu Tiri: Ramah dan Merakyat
Menurut Amir, bajak laut itu bukan dari kalangan petugas atau oknum negara, melainkan preman. Biasanya mereka mengendarai kapal speed boat dan menghampiri kapal nelayan.
"Mereka naik kapal cepat, dan minta uang terutama kapal-kapal nelayan yang besar. Uang itu untuk keamanan dan izin masuk wilayah melaut," jelasnya.
Lihat Juga :