BSSN Usulkan Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
Sabtu, 23 Desember 2023 - 07:40 WIB
loading...
Seminar Nasional Bedah Juang Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/12/2023). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengusulkan Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati menjadi pahlawan nasional . Alasannya karena memiliki sejarah dalam pendirian BSSN.
Kepala BSSN Hinsa Siburian mengutarakan, kebanyakan orang tidak begitu mengenal sosok Roebiono Kertopati. Karena sangat sedikit referensi yang menjelaskan tentang sepak terjangnya dalam sejarah perjuangan pergerakan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"TNI Angkatan Darat banyak menulis tentang sejarah para anggotanya dalam perjuangan di Tanah Air, tapi tidak ada literatur tentang Roebiono Kertopati. Saya pun mengetahui sosok dan perannya setelah menjadi Kepala BSSN," kata Hinsa dalam Seminar Nasional 'Bedah Juang Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati' di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Hinsa menjelaskan, Roebiono Kertopati adalah seorang dokter di Kementerian Pertahanan. Pada 4 April 1946 diperintahkan oleh Menteri Pertahanan saat itu untuk membentuk badan pemberitaaan rahasia bernama Dinas Code. Lalu, pada 1950 berubah namanya menjadi Jawatan Sandi. Kemudian, berubah lagi namanya menjadi Lembaga Sandi Negara pada tahun 1972.
"Roebiono Kertopati memimpin berikut mengembangkan lembaga tersebut hingga akhir hayatnya pada 23 Juli 1984. Semangat tanpa pamrih dan integritas yang ditunjukannya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, menggerakan kami sebagai generasi penerus untuk mengusulkannya menjadi Pahlawan Nasional," kata Hinsa.
Roebiono Kertopati (11 April 1914-23 Juni 1984) adalah Bapak Persandian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kariernya dimulai dari seorang dokter pada Bagian B (intelijen) di Kementerian Pertahanan. Ia juga dipercaya menjadi dokter kepresidenan di era Presiden Soekarno, juga turut andil dalam mengotopsi jenazah para Pahlawan Revolusi.
Kepala BSSN Hinsa Siburian mengutarakan, kebanyakan orang tidak begitu mengenal sosok Roebiono Kertopati. Karena sangat sedikit referensi yang menjelaskan tentang sepak terjangnya dalam sejarah perjuangan pergerakan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"TNI Angkatan Darat banyak menulis tentang sejarah para anggotanya dalam perjuangan di Tanah Air, tapi tidak ada literatur tentang Roebiono Kertopati. Saya pun mengetahui sosok dan perannya setelah menjadi Kepala BSSN," kata Hinsa dalam Seminar Nasional 'Bedah Juang Mayjen TNI dr. Roebiono Kertopati' di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Hinsa menjelaskan, Roebiono Kertopati adalah seorang dokter di Kementerian Pertahanan. Pada 4 April 1946 diperintahkan oleh Menteri Pertahanan saat itu untuk membentuk badan pemberitaaan rahasia bernama Dinas Code. Lalu, pada 1950 berubah namanya menjadi Jawatan Sandi. Kemudian, berubah lagi namanya menjadi Lembaga Sandi Negara pada tahun 1972.
"Roebiono Kertopati memimpin berikut mengembangkan lembaga tersebut hingga akhir hayatnya pada 23 Juli 1984. Semangat tanpa pamrih dan integritas yang ditunjukannya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, menggerakan kami sebagai generasi penerus untuk mengusulkannya menjadi Pahlawan Nasional," kata Hinsa.
Roebiono Kertopati (11 April 1914-23 Juni 1984) adalah Bapak Persandian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kariernya dimulai dari seorang dokter pada Bagian B (intelijen) di Kementerian Pertahanan. Ia juga dipercaya menjadi dokter kepresidenan di era Presiden Soekarno, juga turut andil dalam mengotopsi jenazah para Pahlawan Revolusi.
Lihat Juga :