Civitas Universitas Paramadina Lihat Kebebasan Berpendapat Berkurang

Rabu, 20 Desember 2023 - 20:05 WIB
loading...
Civitas Universitas...
Civitas Universitas Paramadina menyatakan demokrasi Indonesia telah mengalami penurunan. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Civitas Universitas Paramadina menyatakan demokrasi Indonesia telah mengalami penurunan. Pernyataan disampaikan puluhan civitas di depan Auditorium Nurcholish Madjid, Kampus Paramadina, Rabu (20/12/2023).

Perwakilan civitas Sunaryo yang juga menjabat dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina menjelaskan, sistem demokrasi yang lahir pascaorde baru telah melemah saat ini. Dalam kebebasan berpendapat, Civitas Paramadina mencontohkan, warga negara yang kritis terhadap kebijakan pemerintah mengalami kriminalisasi pencemaran nama baik dengan UU ITE.

Di sektor pemberantasan korupsi, Sunaryo menambahkan, pemerintah telah melemahkan KPK melalui revisi UU KPK. Pasalnya, UU KPK cenderung membuat para koruptor semakin leluasa.

Baca juga: Demokrasi Mundur, Civitas Universitas Paramadina Dorong Penguatan KPK dan Anti KKN

"Kita mengafirmasi bahwa demokrasi di Indonesia tengah mengalami kemunduran," ujar Sunaryo dalam keterangan tertulis, Rabu (20/12/2023).

Kendati demikian, Sunaryo berkata, civitas Universita Paramadina menyampaikan empat poin tuntutan kepada pemerintah. Pertama, tuntutan dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kepada pemerintah di mana pucuk tertinggi ada pada presiden, kami meminta agar pemerintah menjamin kebebasan berpendapat bagi semua warga tanpa kekhawatiran adanya kriminalisasi sebagaimana yang dialami oleh Haris Azhar dkk. Kami juga meminta agar pemberantasan korupsi tidak dilemahkan, sebagaimana yang ada pada revisi Undang-Undang KPK," terang Sunaryo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Mengapa UU Pemberantasan...
Mengapa UU Pemberantasan Korupsi Perlu Diubah
Soal Pernyataan Amien...
Soal Pernyataan Amien Rais, Foksi Ingatkan Pentingnya Etika Demokrasi di Ruang Publik
Bantah Lari karena Dugaan...
Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap, Ahmad Dedi Hormati Proses Hukum
Refleksi Perkara Korupsi
Refleksi Perkara Korupsi
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Berita Terkini
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved