Ini Jurus Ganjar Pranowo Bangkitkan Industri Tembakau Nasional

Selasa, 19 Desember 2023 - 16:42 WIB
loading...
Ini Jurus Ganjar Pranowo...
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo memaparkan sejumlah strategi untuk membangkitkan kembali geliat industri tembakau nasional. Foto/MPI/ikhsan sp
A A A
JAKARTA - Capres nomor urut 3 yang didukung Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ganjar Pranowo memaparkan sejumlah strategi untuk membangkitkan kembali geliat industri tembakau nasional.

Seperti diketahui, kebijakan kenaikan tarif cukai tembakau membebani industri pengolahan tembakau nasional. Dalam satu dekade terakhir, industri pengolahan tembakau mencatat pertumbuhan negatif sebanyak 5 kali sejak 2020.

Industri rokok kesulitan mengembangkan bisnis di tengah kenaikan cukai secara agresif sejak awal pandemi lalu. Pada 2020, tarif rata-rata cukai rokok naik 23%. Pada 2021 dan 2022 tarif rata-rata cukai rokok juga melonjak masing-masing sebesar 12,5% dan 12%. Sedangkan pada 2023, tarif rata-rata cukai rokok naik 10%.

Baca juga: Bela Petani Tembakau, Ganjar: Perlu Kebijakan yang Proporsional

Salah satu strategi Ganjar adalah dengan melindungi dan menjamin produksi tembakau di tingkat petani. Hal itu agar para petani mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi tembakau.

"Kalau kita bicara industri rokok tantangannya tidak mudah. Hulunya produksi tembakau kita yang secara nasional makin menurun, kebutuhannya meningkat dan akhirnya ditutupi dengan cara impor maka terhadap petani tembakau sendiri mesti mendapatkan proteksi," kata Ganjar, seusai mengunjungi pabrik rokok Sampoerna di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY, Selasa (19/12/2023).

Baca juga: Galang Dukungan untuk Ganjar Pranowo, Alumni UGM Inisiasi Gerakan Kaos Rakyat

Kemudian strategi berikutnya, Ganjar berkomitmen dalam hal ini pemerintah untuk menjadi jembatan antara petani tembakau dengan pabrik rokok. Ganjar sukses menciptakan pengaruh hubungan industrial yang baik saat menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Selama itu, Ganjar selalu menengahi petani tembakau dan pabrik rokok untuk kemudian mengeluarkan keputusan yang menguntungkan kedua pihak.

"Saya sampaikan relasi antara petani tembakau dengan pabrikan menjadi penting karena inilah salah satu kekuatan yang bisa bekerja sama saling menguntungkan. Secara industri kita bagus, orang saja ragu-ragu. 2013 saya menjadi gubernur saya sampaikan ini dan secara internasional politik rokok dan tembakau itu makin hari makin tarik ulur," jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan, produksi tembakau di Indonesia sebenarnya sudah bagus dan mencukupi pasokan produksi pabrik rokok nasional. Namun potensi itu terbentur regulasi dan politik kepentingan yang membuat petani tembakau dan pabrik rokok kesulitan untuk duduk bareng dan menyelesaikan persoalan yang ada.

"Mestinya pemerintah mendorong ke situ, saya akan dorong ke situ. Kita kena pukulan-pukulan yang keras, ini sebenarnya politik dagang yang biasa saja. Maka kita mesti menyiapkan strategi yang jauh lebih baik pada soal itu," ucap Ganjar.

Sementara itu dalam menyikapi kenaikan cukai, Ganjar meminta kenaikannya tidak boleh terlalu tinggi dan harus terus dikontrol. Pasalnya, hal itu akan semakin membebani petani tembakau dan daerah-daerah penyuplai utama tembakau. Sehingga, Ganjar mengaku bakal menyiapkan program dan kebijakan untuk mengakali kenaikan cukai.

"Hati hati, kalau kemudian tidak dikontrol nanti rokok ilegalnya akan muncul. Kenaikannya jangan terlalu ekstrem karena nanti akan bertumpu ke petani tembakau, saya pembela petani tembakau soalnya," tegas Ganjar.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
6 Juta Pekerja Rokok...
6 Juta Pekerja Rokok Terancam di PHK, Wamenaker: Kebijakan Harus Berpihak pada Rakyat
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved