Saling Menghargai Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama saat Nataru
Minggu, 17 Desember 2023 - 21:15 WIB
loading...
Wakil Sekjen Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (PB-DDI) HM Suaib Tahir. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan pada rakyatnya dalam menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya. Momen Natal dan Tahun Baru menjadi ajang pembuktian masyarakat Indonesia dalam menjaga sesama anak bangsa.
Wakil Sekjen Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (PB-DDI) HM Suaib Tahir menjelaskan, momentum perayaan nasional atau keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru seringkali dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi intoleransi, bahkan mengarah pada aksi radikal terorisme. Kelompok radikal menganggap perayaan Natal dan Tahun Baru bertentangan dengan ajaran agama, sehingga mereka merasa perlu untuk melakukan aksi teror demi menghentikannya.
"Kelompok yang terafiliasi dalam jaringan teror menganggap bahwa perayaan Nataru adalah momentum yang paling baik untuk melakukan aksi. Nataru dianggap sebagai waktu yang banyak orang sedang euforia, dan intensitas penyelenggaraan kegiatan itu cukup tinggi," kaya Suaib Tahir dalam keterangannya dikutip, Minggu (16/12/2023).
Beberapa lokasi seperti rumah ibadah dan pusat perbelanjaan yang menjadi titik keramaian seakan seperti sasaran empuk bagi kelompok teror untuk melancarkan aksinya. Maka dari itu perlu dilakukan deteksi dini demi menjaga sesama anak bangsa.
Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kata Suaib, sudah sewajarnya rakyat Indonesia untuk saling melindungi sesamanya. Sebab, musibah yang menimpa suatu kelompok masyarakat, walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, sesungguhnya harus menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat lainnya.
"Segala musibah yang menimpa saudara kita, walaupun berbeda keyakinan, sebenarnya juga merupakan kesedihan bagi kita sendiri. Kita harus bisa melihat suatu tragedi dari perspektif kemanusiaan, karena itu kita semua harus saling waspada dan menjaga sesamanya," ujarnya.
Masyarakat diminta melapor ke aparat penegak hukum jika mengetahui adanya indikasi persiapan atau aksi yang mengarah pada tindakan teror. Antisipasi dini juga bisa dilakukan dengan menghubungi Ketua RT atau tokoh masyarakat setempat.
Wakil Sekjen Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (PB-DDI) HM Suaib Tahir menjelaskan, momentum perayaan nasional atau keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru seringkali dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi intoleransi, bahkan mengarah pada aksi radikal terorisme. Kelompok radikal menganggap perayaan Natal dan Tahun Baru bertentangan dengan ajaran agama, sehingga mereka merasa perlu untuk melakukan aksi teror demi menghentikannya.
"Kelompok yang terafiliasi dalam jaringan teror menganggap bahwa perayaan Nataru adalah momentum yang paling baik untuk melakukan aksi. Nataru dianggap sebagai waktu yang banyak orang sedang euforia, dan intensitas penyelenggaraan kegiatan itu cukup tinggi," kaya Suaib Tahir dalam keterangannya dikutip, Minggu (16/12/2023).
Beberapa lokasi seperti rumah ibadah dan pusat perbelanjaan yang menjadi titik keramaian seakan seperti sasaran empuk bagi kelompok teror untuk melancarkan aksinya. Maka dari itu perlu dilakukan deteksi dini demi menjaga sesama anak bangsa.
Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi prinsip Bhinneka Tunggal Ika, kata Suaib, sudah sewajarnya rakyat Indonesia untuk saling melindungi sesamanya. Sebab, musibah yang menimpa suatu kelompok masyarakat, walaupun memiliki keyakinan yang berbeda, sesungguhnya harus menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat lainnya.
"Segala musibah yang menimpa saudara kita, walaupun berbeda keyakinan, sebenarnya juga merupakan kesedihan bagi kita sendiri. Kita harus bisa melihat suatu tragedi dari perspektif kemanusiaan, karena itu kita semua harus saling waspada dan menjaga sesamanya," ujarnya.
Masyarakat diminta melapor ke aparat penegak hukum jika mengetahui adanya indikasi persiapan atau aksi yang mengarah pada tindakan teror. Antisipasi dini juga bisa dilakukan dengan menghubungi Ketua RT atau tokoh masyarakat setempat.
Lihat Juga :