Fenomena Parpol Ganti Paslon Pilkada di Menit Akhir

Minggu, 14 Januari 2018 - 16:22 WIB
Fenomena Parpol Ganti...
Fenomena Parpol Ganti Paslon Pilkada di Menit Akhir
A A A
JAKARTA - Fenomena gonta ganti pasangan calon (paslon) pilkada terlihat menjelang penutupan pendaftaran pilkada. Bahkan, gonta ganti paslon dilakukan partai politik (parpol) yang cenderung mapan dan memiliki banyak stok kader.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, ada sejumlah alasan yang bisa dilihat publik kenapa Parpol suka gonta ganti paslon.

Pertama, prioritas paslon adalah menang bukan proses penjajakan yang matang, karena adanya ketentuan satu putaran. "Itu artinya, penjajakan koalisi yang dilakukan belum solid, yang memungkinkan terjadinya bongkar paslon setiap saat," ujar Adi kepada SINDONEWS, Minggu (14/1/2018).

Kedua Adi menilai, ada kesepakatan politik yang dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan teman koalisi. Misalnya, PKS cabut dukungan ke Dedi Mizwar di Jawa Barat karena petahana yang kerap disapa Demiz disinyalir punya kesepatan tersembunyi untuk dukung capres demokrat 2019.

Ketiga lanjut dia, adanya pergerakan peta politik yang dinamis. Dia menuturkan, di Sumut misalnya, Golkar dan Nasdem menarik dukungan ke Tengku Ery beralih mendukung Edy Rahmayadi. Tak ada yang menyangka, Edy ternyata lebih memiliki daya magnet elektoral ketimbang calon lain.

Keempat, banyak partai yang tak konfident bahkan gagal mengusung paslon yang akan diusung. Misalnya poros Gerindra, PKS dan PAN di jatim bubar karena paslon yang akan diusung tak mendapat respon baik publik.

Akibatnya, tiga partai ini membelah dukung ke dua Paslon. PKS dan Gerindra ke Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul. Sedangkan PAN mendukung Khofifah

"Kelima, karena koalisi cair. Pilkada 2018 ini menegaskan betapa tak ada sekat2 idiologis parpol. Parpol blok pemerintan dan blok opisi dalam banyak pilkada bs bergandengan tangan. Di Jatim, PKS dan Gerindra malah bersatu di barisan Gus Ipul. Di Jateng Demokrat dan PDIP malah mesra," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Berita Terkini
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Sekjen DPP Propindo...
Sekjen DPP Propindo Dukung Kortas Tipikor-Polda Metro Usut Tiga Kasus Korupsi
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kenakan Rompi Oranye usai Diperiksa KPK, Langsung Ditahan
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Salah Objek dan Salah Orang, Minta Hakim Tolak JPU
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved