Banjir Bandang-Longsor di Humbang Hasundutan, BNPB Minta Tetapkan Status Tanggap Darurat
Minggu, 03 Desember 2023 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian pembuatan skema per sektor guna memudahkan upaya pencarian dan pertolongan. Di samping itu, dengan mempertimbangkan kondisi jenazah korban longsor, maka periode pencarian agar dimaksimalkan selama tujuh hari," katanya.
Sementara itu, sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada Jumat (1/12/2023). Tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 280 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana, dan Destana serta warga itu kembali menyisir lokasi terdampak di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja.
Baca juga: Bencana Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 14 Warga Hilang
Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Benthon J Lumbangaol mengatakan, kebutuhan mendesak saat ini untuk upaya pencarian dan pertolongan adalah tambahan personel anjing pelacak. Kondisi lokasi terdampak yang dipenuhi material bebatuan berukuran besar serta lumpur dan puing lainnya menyulitkan tim pencarian dan pertolongan, sehingga perlu didatangkan anjing pelacak untuk membantu tim dalam mendeteksi lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.
"Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Kalau peralatan sudah cukup kami rasa," kata Benthon dalam keterangan resminya, Minggu (3/12/2023).
Sementara itu, sebanyak 11 orang masih dinyatakan hilang pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada Jumat (1/12/2023). Tim gabungan yang berjumlah kurang lebih 280 orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Tagana, dan Destana serta warga itu kembali menyisir lokasi terdampak di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja.
Baca juga: Bencana Longsor Terjang Humbang Hasundutan, 14 Warga Hilang
Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Benthon J Lumbangaol mengatakan, kebutuhan mendesak saat ini untuk upaya pencarian dan pertolongan adalah tambahan personel anjing pelacak. Kondisi lokasi terdampak yang dipenuhi material bebatuan berukuran besar serta lumpur dan puing lainnya menyulitkan tim pencarian dan pertolongan, sehingga perlu didatangkan anjing pelacak untuk membantu tim dalam mendeteksi lokasi keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang.
"Kami masih butuh dengan melibatkan anjing pelacak. Mungkin dari Brimob ya. Untuk dapat mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Kalau peralatan sudah cukup kami rasa," kata Benthon dalam keterangan resminya, Minggu (3/12/2023).
Lihat Juga :