Dukung Visi Indonesia Emas 2045, CEO OPZ Gelar Forum Nasional untuk Perkuat Ekosistem Zakat
Rabu, 29 November 2023 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono A. Ghafur berharap melalui CEO OPZ Forum kali ini sekaligus dapat memperbaiki kinerja OPZ dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Di mana, salah satu kendala yang saat ini dihadapi terkait dengan kinerja SDM.
“Secara umum gerakan zakat tak punya kendala yang berarti, hanya saja ada keterbatasan amil (petugas) yang belum punya kapasitas, makannya ini sedang kita usahakan bagaimana agar amil kita itu punya kompetensi yang kuat. Sehingga bekerja 25 jam, 25 jam, lho, ya. Bukan 24 jam, artinya tidak mengenal istirahat,” tuturnya.
Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution Bank BSI, percaya banyak program yang dapat dilakukan untuk membangun dan meningkatkan zakat, infaq, dan sedekah. BSI sendiri membuat program, salah satunya bisnis guest, bernama Sedekah Jumat Berkah di aplikasi BSI mobile banking.
Menurutnya, perbankan syariah hadir sebagai bagian dari ekosistem zakat, infaq, dan sedekah. “Maka kami juga harus mulai sekarang menempatkan diri dalam ekosistem itu. Saat ini, kami adalah satu-satunya bank yang memiliki food print di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Insyaallah ke depan kita akan hadir di seluruh provinsi, sehingga teman-teman tidak kesulitan menggunakan BSI sebagai jejaring untuk transaksi zakat, infaq, sedekah,” katanya.
Sejauh ini, kata Anton, tidak ada bank yang cukup concern mengenai zakat, infaq, sedekah, dan wakaf kecuali BSI.
Selain para pembicara di atas, turut hadir dalam agenda ini Deputi PMMK Bappenas Amich Alhumami, Staf Khusus Menteri Luar Negeri Dr. Lalu Muhamad Iqbal, Dosen FEB UIII sekaligus Co Founder INSISTS Dr. Ugi Suharto, M.Ec., Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Wakil Manajer Litbang Kompas Budiawan Sidik, serta Ketua PBMTI Mursida Rambe.
“Secara umum gerakan zakat tak punya kendala yang berarti, hanya saja ada keterbatasan amil (petugas) yang belum punya kapasitas, makannya ini sedang kita usahakan bagaimana agar amil kita itu punya kompetensi yang kuat. Sehingga bekerja 25 jam, 25 jam, lho, ya. Bukan 24 jam, artinya tidak mengenal istirahat,” tuturnya.
Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution Bank BSI, percaya banyak program yang dapat dilakukan untuk membangun dan meningkatkan zakat, infaq, dan sedekah. BSI sendiri membuat program, salah satunya bisnis guest, bernama Sedekah Jumat Berkah di aplikasi BSI mobile banking.
Menurutnya, perbankan syariah hadir sebagai bagian dari ekosistem zakat, infaq, dan sedekah. “Maka kami juga harus mulai sekarang menempatkan diri dalam ekosistem itu. Saat ini, kami adalah satu-satunya bank yang memiliki food print di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Insyaallah ke depan kita akan hadir di seluruh provinsi, sehingga teman-teman tidak kesulitan menggunakan BSI sebagai jejaring untuk transaksi zakat, infaq, sedekah,” katanya.
Sejauh ini, kata Anton, tidak ada bank yang cukup concern mengenai zakat, infaq, sedekah, dan wakaf kecuali BSI.
Selain para pembicara di atas, turut hadir dalam agenda ini Deputi PMMK Bappenas Amich Alhumami, Staf Khusus Menteri Luar Negeri Dr. Lalu Muhamad Iqbal, Dosen FEB UIII sekaligus Co Founder INSISTS Dr. Ugi Suharto, M.Ec., Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, Wakil Manajer Litbang Kompas Budiawan Sidik, serta Ketua PBMTI Mursida Rambe.
(irh)
Lihat Juga :