Pemilu 2024, KH Cholil Nafis Berpesan agar Dai Jadi Perekat Persatuan

Senin, 27 November 2023 - 13:23 WIB
loading...
Pemilu 2024, KH Cholil...
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berpesan agar para dai Pemuda Persatuan Islam (Persis) menjadi perekat persatuan dan menjaga NKRI. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis berpesan agar para dai Pemuda Persatuan Islam (Persis) menjadi perekat persatuan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, agama harus dijadikan sarana pemersatu, bukan alat untuk bikin seteru.

Hal itu disampaikan Cholil Nafis saat mengisi acara Halaqah "Urgensi Peran Dai Pemuda Dalam Merajut Ukhuwah di Tahun Politik” yang diselenggarakan oleh Pemuda Persis di Kampus IAI Persis, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/11/2023).

"Dalam kesempatan itu saya sampaikan tentang empat pilar ukhuwah yaitu saling mengerti (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling membantu (ta’awun), dan saling melindungi (takaful). Empat pilar ini penyangga keutuhan ukhuwah sekaligus kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Kiai Cholil dalam keterangannya.

Kiai Cholil mengatakan, pilar ukhuwah akan lebih kokoh dengan prinsip mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok dan mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadi. Maka, asas inilah yang menjadi perekat pesaudaraan dan persatuan masyarakat.

Baca Juga: Milenial Punya Peran Strategis Jaga Keutuhan NKRI

"Pesan saya kepada para dai Pemuda Persatuan Islam (Persis) agar menjadi perekat persatuan dan menjaga NKRI. Pemilihan umum itu untuk memilih yang terbaik dari tiga calon apa pun kondisinya. Jangan sampai masyarakat Indonesia ada yang tak memilih," ujarnya.

Menurut Kiai Cholil, bahaya tak ada pimpinan lebih besar daripada adanya pemimpin yang tak ada yang ideal atau karena zalim. "Boleh memilih capres nomor 1, 2, atau 3 sesuai kecenderungan pemilih. Yang tidak boleh adalah memilih semuanya atau tidak memilih dari semua capres," katanya.

Dia menambahkan, pemilihan dasarnya agama, yaitu perintah Allah SWT, tapi jangan sampai menistakan agama yang lain karena alasan keyakinan agama. "Agama dijadikan sarana pemersatu, bukan alat untuk bikin seteru. Pemilihan pemimpin adalah tanggung jawab keagamaan sekaligus kebangsaan."

Kiai Cholil pun berpesan agar para calon pemilih mengamati seluruh rekam jejak, gerakan, dan kampanye capres-cawapres. "Tapi harus bijak menerima dan meresponsnya. Saat ada isu atau informasi tertentu, pastikan mendapat informasinya yang utuh kemudian 'tarik napas' sejenak untuk memilah dan memilih yang benar sebagai dasar untuk menyikapinya secara proporsional."

Dia mengatakan, jika kita bisa objektif dimulai dari sendiri maka akan menebar kebaikan dan keadilan untuk kepentingan orang banyak. "Ayo dukung untuk jujur dan adil dalam pelaksanaan pemilu yang dimulai dari diri sendiri dalam bersikap jujur dan adil."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kapolri Buka Muktamar...
Kapolri Buka Muktamar Pemuda Persis, Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas
Bahlil Berkelakar Sebut...
Bahlil Berkelakar Sebut Lailatul Qadar itu Kalau Kursi Nambah, Kiai Cholil Nafis Buka Suara
Kiai Cholil Nafis Minta...
Kiai Cholil Nafis Minta Indonesia Keluar dari BoP
Awal Ramadan Berpotensi...
Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Waketum MUI: Tak Perlu Dibawa Perpecahan
Kiai Cholil Nafis Tegaskan...
Kiai Cholil Nafis Tegaskan MUI Tidak Pernah Minta Gedung Baru
Jelang Wukuf Arafah,...
Jelang Wukuf Arafah, Musyrif Diny Titip Doa untuk Kedamaian dan Kesejahteraan Indonesia
Imbau Jemaah Jaga Kondisi...
Imbau Jemaah Jaga Kondisi Fisik, KH Cholil Nafis: Jangan Sampai Tenaga Habis sebelum Puncak Haji
Menhaj Gus Irfan Lepas...
Menhaj Gus Irfan Lepas Keberangkatan Musyrif Diny yang Dipimpin Kiai Cholil Nafis
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Berita Terkini
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved