alexa snippet

40% Pengguna Narkoba Pelajar & Mahasiswa

40% Pengguna Narkoba Pelajar & Mahasiswa
40% Pengguna Narkoba Pelajar & Mahasiswa. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta orang, dan itu terbesar di Asia. Dari jumlah itu, 40% di antaranya berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. “Ada yang penasaran lalu mencoba, ada yang sudah berapa kali terus ketagihan, dan ada yang sudah kecanduan lalu jadi bandar. Yang coba-coba pakai saja jumlahnya hampir 1,2 juta orang.

Mereka umumnya pelajar SD hingga perguruan tinggi,” ungkap Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko dalam diskusi bertema “Stop Narkoba, Save Generasi Muda” di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Sulis, panggilan akrab Sulistiandriatmoko, saat ini diperkirakan terdapat 200 narkotika jenis baru didunia.

Dari jumlah itu, yang sudah terdeteksi beredar di Indonesia mencapai sebanyak 68 jenis narkoba, sedangkan yang baru masuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan Undang-Undang Narkotika sebanyak 60 jenis.

“Sisanya delapan jenis narkoba baru belum masuk ke dalam ketentuan tersebut,” ujarnya.

Sulis mengakui BNN belum berhasil melakukan pencegahan karena darurat narkoba ini tidak didukung institusi lain baik negeri maupun swasta. Dia mencontohkan kegiatan melakukan tesurine, pemerintah daerah masih meminta bantuan dana dari BNN padahal seharusnya mereka sudah menganggarkan.

“Kami sudah berdarah-darah melakukan pencegahan, tapi tidak didukung instansi lain. Pemberantasan narkoba ini tidak bisa hanya mengandalkan BNN, semua pihak terlibat,” katanya.

Sulis menjelaskan, Indonesia darurat narkoba karena penyelundupannya marak dan penggunanya banyak. Penyelundupan paling banyak dilakukan di Selat Malaka.

Modusnya beragam, ada yang dimasukkan ke dalam tiang pancang, barang elektronik, pemoles sepatu, dan sebagainya. Celakanya, narkoba ini dikendalikan narapidana dari dalam tahanan.

Kemudian untuk menghindari sergapan polisi dan hukuman mati, transaksi dilakukan di tengah laut. “Saya ingin katakan bahwa di balik pengungkapan 1 ton sabu sebenarnya ada 4 ton yang sudah beredar di masyarakat,” tandasnya.

Lebih jauh Sulis mengatakan, dalam menangani masalah narkoba, ada tiga pendekatan yang dilakukan, yakni pendekatan supply reduction , demand reduction, dan harm reduction.

BNN memakai dua di antara pendekatan tersebut, yakni pendekatan supply reduction dan demand reduction.‎ Pendekatan supply reduction diketahui bertujuan memutus mata rantai pemasok narkotika mulai dari produsen sampai jaringan pengedarnya, sedangkan pendekatan demand reduction memutus mata rantai para pengguna.

Untuk supply reduction, BNN bisa dinilai sukses menjalankannya. Namun, dalam hal demand reduction, itu belum berhasil dilakukan karena keterbatasan anggaran dan personel yang ada untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top