Jaga Kesehatan Hingga Usia Senja, Kamsiati Percaya Program JKN

Jum'at, 17 November 2023 - 15:00 WIB
loading...
Jaga Kesehatan Hingga...
Kamsiati merupakan penerima manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional sejak masa masih bernama PT. Askes. (Foto: dok BPJS Kesehatan)
A A A
BEKASI - Memasuki satu dekade pasca beralih dari PT Askes, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini mulai banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Terlebih bagi peserta yang telah terdaftar sejak masa PT Askes tentu sudah tidak asing dengan program penjaminan kesehatan milik pemerintah tersebut.

Kamsiati adalah salah satu Peserta Program JKN yang terdaftar sebagai janda pensiunan TNI. Pada usianya yang semakin bertambah, tampak kerutan-kerutan diwajah serta berbagai keluhan kondisi tubuhnya semakin banyak. Namun, hal itu tidak menjadikannya patah semangat, ia tetap dengan rutin memeriksakan kesehatannya.

“Saya sudah terdaftar sejak zamannya PT Askes atau sebelum bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, jadi sejak dahulu sudah tidak bingung ketika saya atau almarhum suami bahkan hingga anak-anak sakit. Dahulu, almarhum suami saya sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto lama sekali dan semuanya ditanggung. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur sekali sudah terdaftar ke dalam Program JKN dan masih aktif karena sudah dipotong langsung dari uang pensiunan yang setiap bulan saya dapat,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa sangat mengapresiasi rujukan berjenjang yang dijalankan dalam Program JKN. Menurutnya, ada beberapa penyakit yang memang bisa disembuhkan di klinik saja, tidak perlu penanganan rumah sakit. Hal ini juga memudahkan pasien sehingga tidak perlu meluangkan waktu dan tenaga lebih untuk pergi ke rumah sakit.

Ia juga menyebutkan kondisinya saat ini sudah pulih setelah beberapa waktu lalu menderita flu, sudah hampir seminggu belum mereda yang laluberobat ke klinik. Menurutnya, rujukan rumah sakit itu sangat baik sekali dibuatkan metode berjenjang, karena terdapat beberapa penyakit ringan seperti misalnya sakit flu itu rasanya tidak perlu sampai berobat ke rumah sakit.

"Bagus seperti sekarang yaitu berjenjang, memudahkan pasien juga tidak perlu harus kerumah sakit. Saya sudah sangat cocok di klinik tempat saya terdaftar, perawatnya dan dokternya ramah, serta sabar sekali menghadapi nenek-nenek seperti saya. Tetapi saya juga sempat beberapa kali masuk rawat inap di rumah sakit, melalui IGD dan juga berobat kontrol ke rumah sakit semuanya tidak mengeluarkan biaya dan dijamin,” ujarnya.

Mengingatusianya yang kini telah renta, Kamsiati tidak lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan juga diiringi dengan olahraga ringan yang bisa dilakukan setiap hari. Ia juga mengingatkan kepada anak-anak muda untuk mengurangi makanan tidak sehat dan rajin berolahraga.

Kamsiati menceritakan bahwa memasuki usianya yang sudah 80 tahun, ia belum pernah sakit berat seumur hidupnya. Menurutnya, kesehatan yang bertahan lama tidak bisa dilakukan saat tua saja, namun sudah dibangun sejak muda dan konsisten, hal itulah yang menjadi nasehat kepada anak-anak dan cucu-cucunya.

“Kalau saya sejak muda memang tidak pernah makan sembarangan, apalagi zaman dahulu pilihan makannya masih sedikit. Oleh sebab itu, saya terbiasa masak sendiri, anak dan cucu saya juga selalu saya beri nasehat untuk makan makanan bergizi dan tidak lupa untuk rutin olahraga ringan setiap hari. Alhamdulillah, saya sudah lebih dari 80 tahun tetapi belum pernah sakit yang parah atau dirawat lama, ya mungkin karena menjalankan pola makan dan olahraga seperti itu. Menurut saya, kesehatan yang dimiliki saat usia seperti saya tidak bisa dilakukan saat sudah tua saja, namun sudah harus dikerjakan sejak muda dan konsisten, jadi tubuh kita terbiasa terawat untuk sehat,” tuturnya.
(dsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
JKN di Ujung Tanduk:...
JKN di Ujung Tanduk: Risiko Gagal Bayar yang Tidak Boleh Dibiarkan
Perkuat Layanan Canggih,...
Perkuat Layanan Canggih, BPJS Mudahkan Peserta Berobat
Sekolah Lansia Klinik...
Sekolah Lansia Klinik Korpagama Perkuat Prolanis untuk Kualitas Hidup Lansia
Legislator PDIP Usulkan...
Legislator PDIP Usulkan Pemerintah Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Aturan Baru BPJS Kesehatan...
Aturan Baru BPJS Kesehatan per 1 Juni 2026, Kontrol Harus Sesuai Tanggal Surat
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
Rekomendasi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved