JK Ingatkan Presiden Jokowi Bisa Jatuh Akibat 2 Krisis Ini

Rabu, 15 November 2023 - 21:39 WIB
loading...
JK Ingatkan Presiden...
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewanti-wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa jatuh akibat dua krisis terjadi bersamaan, yakni krisis politik dan ekonomi. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ( JK ) mewanti-wanti pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bisa jatuh akibat dua krisis terjadi bersamaan. Keduanya adalah krisis politik dan ekonomi.

Peringatan JK itu didasarkan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. Seperti yang terjadi di era 1966. Kala itu, kata JK, telah terjadi krisis politik lantaran banyak orang ditangkap. Tak hanya itu, krisis ekonomi juga terjadi bersamaan.

"Harga BBM naik waktu itu, tarif bus naik, mahasiswa marah. Jadi 2 krisis bersamaan timbul, (krisis) politik terjadi, ekonomi terjadi waktu yang bersamaan atau saling mempengaruhi, maka jatuhlah suatu pemerintahan. Artinya, demokrasinya tidak jalan, tujuannya tak jalan, yaitu kesejahteraan," kata JK saat menghadiri Habibie Democracy Forum di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Baca juga: Romo Magnis Sebut Indonesia dalam Kondisi Berbahaya, Ini Indikasinya

Tak hanya itu, kata JK, tahun 1998 juga terjadi hal serupa. Krisis ekonomi membuat harga rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Alhasil, harga bahan pokok melonjak. Di sisi lain, kata JK, pemerintahan Soeharto telah menunjukan gejala otoriter.

"Jadi demokrasi tidak jalan, tujuannya juga tidak jalan. Maka terjadi lagi krisis pemerintahan yang besar. Maka pemerintahan jatuh," ucapnya.

"Sekali lagi, karena tujuannya kemakmuran, tujuan kita semua kemakmuran yang adil. Kemakmurannya tidak capai, adilnya tidak jalan, demokrasinya tidak jalan, maka terjadilah (kejatuhan pemerintahan)," tambah JK.

JK mengingatkan pemerintahan Jokowi untuk hati-hati terhadap dua krisis itu. Menurutnya, krisis politik bisa terjadi dalam kondisi seperti ini.

"Karena itu harus dijaga jangan terjadi. Tetapi makin sudah mulai bicara. Pers sudah mulai, para pemimpin redaksi sudah mulai bikin pernyataan, partai-partai, tokoh masyarakat sudah bicara. Bahwa ini kita jauh dari demokrasi, agak menjauh juga dari tujuan," ucapnya.



"Maka kalau itu terjadi kita bisa mengalami hal-hal yang sama, mari kita berusaha untuk dua-duanya harus perbaiki, pemerintahnya harus lebih demokratis," tambahnya.

Di sisi lain, kata JK, potensi krisis ekonomi bisa terjadi. Apalagi, ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. "Menteri Keuangan mengatakan ngeri, maka kalau ini dampaknya bersamaan, maka kita harus hati-hati," katanya.

Untuk itu, JK merasa perlu kepmimpinan yang kuat dan menghormati kedaulatan rakyat. Ia pun menyingung Presiden Jokowi selama hampir 10 tahun terakhir.

"Pak jokowi bagus pertamanya, bukan karena saya ada di situ. Saya tahu betul tidak ada masalah. Tapi setelah 10 tahun, ah, seperti tadi dikatakan, maka benarlah konstitusi, harus 10 tahun saja pemimpin itu, jangan lebih. Begitu lebih, akan bermasalah sesusai dengan historisnya. Saya kira di negara lain juga begitu," tandasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved