Reshuffle Jalan Terbaik bagi Menteri Berkinerja 'Memble' dan 'Mbalelo'
Kamis, 06 Agustus 2020 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
"Akar masalahnya menteri-menterinya banyak yang berkinerja buruk, ya ganti saja. Saat ini bukan lagi waktunya menyentil atau menegur. Waktunya untuk action mengganti menteri-menteri yang tak berprestasi atau berkinerja buruk," katanya.(Baca juga: Tegur Lagi Menterinya, Jokowi: Enggak Tahu Prioritas !)
Ujang berpendapat, marah-marah hingga tiga kali tak akan menyelesaikan persoalan. "Jika menterinya enggak becus bekerja ya realisasikan reshuffle," ujarnya.
Menurut Ujang, reshuffle adalah suatu keniscayaan untuk mengganti menteri-menteri yang miskin prestasi. Ujang mengingatkan bukan saatnya marah-marah lagi.
"Apalagi marah-marahnya sampai tiga kali. Harusnya Jokowi tak ada beban untuk bisa me-reshuffle menterinya kapan pun. Marah-marah terus juga tak baik. Karena nanti rakyat akan menilai, bahwa Presiden bisanya marah-marah pada menterinya tapi tak bisa mengeksekusi reshuffle," pungkasnya.
Ujang berpendapat, marah-marah hingga tiga kali tak akan menyelesaikan persoalan. "Jika menterinya enggak becus bekerja ya realisasikan reshuffle," ujarnya.
Menurut Ujang, reshuffle adalah suatu keniscayaan untuk mengganti menteri-menteri yang miskin prestasi. Ujang mengingatkan bukan saatnya marah-marah lagi.
"Apalagi marah-marahnya sampai tiga kali. Harusnya Jokowi tak ada beban untuk bisa me-reshuffle menterinya kapan pun. Marah-marah terus juga tak baik. Karena nanti rakyat akan menilai, bahwa Presiden bisanya marah-marah pada menterinya tapi tak bisa mengeksekusi reshuffle," pungkasnya.
(dam)