Dekase Apresiasi Pemkot Semarang Semakin Perhatikan Kesenian
Rabu, 08 November 2023 - 22:07 WIB
loading...
Para penampil dalam Panggung Budaya Rumah Kita, Sambang Seni Semarang yang diselenggarakan Dewan Kesenian Semarang beserta Pemkot Semarang di Kampung Nelayan Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara pada Minggu (5/11/2023). (Foto: dok Pemkot Semarang)
A
A
A
SEMARANG - Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Adhitia Armitrianto mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Semarang terhadap perkembangan seni budaya di Ibu Kota Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab dipanggil Mbak Ita, perhatian pemerintah terhadap kesenian makin tampak.
"Mbak Ita pernah berpesan, cintai, maknai, dan lestarikan kebudayaan. Saya pikir itu maknanya sangat dalam," ujarnya pria yang kerap disapa Adit tersebut, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Rabu (8/11/2023).
Adit menangkap pesan lisan yang diungkapkan oleh Mbak Ita terkait kepeduliannya terhadap seni budaya di Kota Semarang. Menurutnya, selain melestarikan, kesenian dan kebudayaan perlu disentuh lebih. Sebagai orang nomor satu bidang kesenian di Kota Semarang, Adit mengaku tergugah dengan apa yang dikatakan Mbak Ita tersebut. Walaupun kemajuan kebudayaan maupun kesenian tak hanya bertumpu pada pemerintah saja.
"Ini berjalan juga karena peran pemerintah. Ayo nguri-uri lagi, makanya kami menyampaikan pesan-pesan untuk merawat kebudayaan," katanya.
Dari situlah, kata Adit, muncul ide dan pemikiran untuk menyelenggarakan festival seni budaya di Kota Semarang. Bersama rekan-rekan di Dekase, Adit mengaku berkomunikasi intens dengan Wali Kota Semarang perempuan pertama tersebut, sehingga lahir festival yang disebut Panggung Budaya Rumah Kita, Sambang Seni Semarang. Kegiatan itu digelar di enam kecamatan selama November tahun ini.
"Mbak Ita pernah berpesan, cintai, maknai, dan lestarikan kebudayaan. Saya pikir itu maknanya sangat dalam," ujarnya pria yang kerap disapa Adit tersebut, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang, Rabu (8/11/2023).
Adit menangkap pesan lisan yang diungkapkan oleh Mbak Ita terkait kepeduliannya terhadap seni budaya di Kota Semarang. Menurutnya, selain melestarikan, kesenian dan kebudayaan perlu disentuh lebih. Sebagai orang nomor satu bidang kesenian di Kota Semarang, Adit mengaku tergugah dengan apa yang dikatakan Mbak Ita tersebut. Walaupun kemajuan kebudayaan maupun kesenian tak hanya bertumpu pada pemerintah saja.
"Ini berjalan juga karena peran pemerintah. Ayo nguri-uri lagi, makanya kami menyampaikan pesan-pesan untuk merawat kebudayaan," katanya.
Dari situlah, kata Adit, muncul ide dan pemikiran untuk menyelenggarakan festival seni budaya di Kota Semarang. Bersama rekan-rekan di Dekase, Adit mengaku berkomunikasi intens dengan Wali Kota Semarang perempuan pertama tersebut, sehingga lahir festival yang disebut Panggung Budaya Rumah Kita, Sambang Seni Semarang. Kegiatan itu digelar di enam kecamatan selama November tahun ini.
Lihat Juga :