Imbas Putusan MK, Kans Ganjar-Mahfud Salip Prabowo-Gibran Terbuka Lebar
Selasa, 07 November 2023 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada survei sebelumnya, yakni periode 13-17 Oktober 2023, Prabowo-Gibran mendapati skor elektabilitas 46%.
Sedangkan kini, hasil jajak pendapat pada 26-31 Oktober 2023 atau setelah kedua pasangan ini resmi melakukan pendaftaran capres-cawapres ke KPU dan semakin berkembangnya isu dinasti politik, elektabilitas Prabowo- Gibran merosot ke 43,5%.
Di sisi lain, elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud di periode yang sama terus melejit. Di periode 13-17 Oktober 2023 duet Ganjar-Mahfud mendapat 39,5%, naik menjadi 40,6% pada 26-31 Oktober 2023.
Menurut Yunarto, keberadaan Gibran sebagai cawapres membawa dampak buruk terhadap elektabilitas Prabowo. "Mungkin masih memaafkan Pak Prabowo jadi menteri, Pak Prabowo di-endorse oleh Pak Jokowi. Tapi ketika menggandeng anaknya kena dengan isu politik dinasti, dan lain-lain itu kemudian kalau kita lihat di sini potensi bahkan sudah menjadi beban elektoral buat Pak Prabowo," tandasnya. Baca juga: Pengamat Hukum Tegaskan Putusan MKMK Jadi Penentu terkait Dinasti Politik
Terlebih putusan MK mengenai batas usia capres-cawapres dinilai menjadi karpet merah memuluskan langkah Gibran menjadi cawapres dari Prabowo. "Artinya semakin isu dari mahkamah keluarga, politik dinasti ini masuk ke dalam alam pikiran masyarakat dan kemudian sentimennya masih tetap negatif saya pikir itu yang akan menjadi penghalang Pak Prabowo untuk unggul. Baik di simulasi tiga nama ataupun dua nama," jelasnya.
Dalam survei Charta Politika Indonesia ini terdapat 2.400 responden dilakukan wawancara secara tatap muka dengan minimal usia 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih di seluruh wilayah Indonesia. Adapun, ditemukan margin of error sebesar 2%.
Sedangkan kini, hasil jajak pendapat pada 26-31 Oktober 2023 atau setelah kedua pasangan ini resmi melakukan pendaftaran capres-cawapres ke KPU dan semakin berkembangnya isu dinasti politik, elektabilitas Prabowo- Gibran merosot ke 43,5%.
Di sisi lain, elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud di periode yang sama terus melejit. Di periode 13-17 Oktober 2023 duet Ganjar-Mahfud mendapat 39,5%, naik menjadi 40,6% pada 26-31 Oktober 2023.
Menurut Yunarto, keberadaan Gibran sebagai cawapres membawa dampak buruk terhadap elektabilitas Prabowo. "Mungkin masih memaafkan Pak Prabowo jadi menteri, Pak Prabowo di-endorse oleh Pak Jokowi. Tapi ketika menggandeng anaknya kena dengan isu politik dinasti, dan lain-lain itu kemudian kalau kita lihat di sini potensi bahkan sudah menjadi beban elektoral buat Pak Prabowo," tandasnya. Baca juga: Pengamat Hukum Tegaskan Putusan MKMK Jadi Penentu terkait Dinasti Politik
Terlebih putusan MK mengenai batas usia capres-cawapres dinilai menjadi karpet merah memuluskan langkah Gibran menjadi cawapres dari Prabowo. "Artinya semakin isu dari mahkamah keluarga, politik dinasti ini masuk ke dalam alam pikiran masyarakat dan kemudian sentimennya masih tetap negatif saya pikir itu yang akan menjadi penghalang Pak Prabowo untuk unggul. Baik di simulasi tiga nama ataupun dua nama," jelasnya.
Dalam survei Charta Politika Indonesia ini terdapat 2.400 responden dilakukan wawancara secara tatap muka dengan minimal usia 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih di seluruh wilayah Indonesia. Adapun, ditemukan margin of error sebesar 2%.
(poe)
Lihat Juga :