Perbandingan KSAD Dudung dan Agus Subiyanto, dari Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan
Sabtu, 04 November 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Dudung kemudian meraih pangkat Mayor saat dimutasi menjadi Wadanyonif 410/Alugoro (1998–1999). Kemudian dipindah menjadi Wadanyonif 401/Banteng Raider (1999–2000), Kasdim 0733/BS Semarang (2000–2002), dan
Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002).
Pangkat Letnan Kolonel (Letkol) diberikan kepada Dudung ketika diangkat menjadi Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002–2004). Kemudian ia dimutasi menjadi Dandim 0406/Musi Rawas (2004–2006), Dandim 0418/Palembang (2006–2008), Pabandya 2/Lurjahril Mabesad (2008–2009), Pabandya 3/Diaga Mabesad (2009–2010).
Karier Dudung terus menanjak. Ia meraih pangkat Kolonel saat ditunjuk menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011). Selanjutnya dimutasi menjadi Danrindam II/Sriwijaya (2011–2012), Paban I/Ren Spersad (2012–2013), Paban I/Ren Spers TNI (2013–2014), Pamen Denma Mabes TNI (2014–2015), Dandenma Mabes TNI (2015).
Dudung akhirnya pecah bintang atau meraih pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) saat diangkat menjadi Wagub Akmil (2015–2016). Kemudian dimutasi menjadi Staf Khusus Kasad (2016–2017) dan Waaster KSAD (2017–2018).
Pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) ketika dipromosikan menjadi Gubernur Akmil (2018–2020). Selanjutnya Dudung ditarik ke Jakarta menjadi Pangdam Jayakarta (2020–2021).
Sukse menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung dipromosikan menjadi Pangkostrad pada 2021. Pangkatnya pun naik menjadi Letnan Jenderal (Letjen). Masih di tahun yang sama, Dudung akhirnya meraih pangkat jenderal penuh (bintang empat) saat diangkat Presiden Jokowi menjadi KSAD (2021–2023). Menjelang pensiun, kini Dudung dimutasi menjadi Pati Mabes TNI-AD.
- Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
- Brevet Kualifikasi Para Raider
- Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad
- Brevet Para Utama
- Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor)
- Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur)
- Bintang Darma
- Bintang Kartika Eka Paksi Utama
- Bintang Bhayangkara Utama
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
- Bintang Yudha Dharma Nararya
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun
- Satyalancana Dharma Bantala
- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
- Satyalancana Seroja
- Satyalancana Dharma Nusa
- Satyalancana Dwidya Sistha
- Satyalancana Santi Dharma
Selain itu, Dudung juga mengoleksi empat brevet di dada kanan:
- Brevet Junior Officer Combat - Instructor Training – Indonesia (JOCIT-I)
- Master Parachutist Badge (US Army)
- Air Assault Badge (US Army)
- Wing Penerbang TNI AD Kelas I (2022)
Dudung juga mendapatkan tujuh brevet kehormatan dalam dua tahun terakhir:
- Brevet Astros (2022)
- Wing Penerbang TNI AU Kelas I (2022)
- Armed Forces of the Philippines (2022)
- Master Parachutist Badge - Singapore Army (2022)
- Brevet Hiu Kencana (2022)
- Brevet Intai Amfibi Korps Marinir (2023)
- Brevet Anti-Teror Aspek Laut (2023)
![Perbandingan KSAD Dudung dan Agus Subiyanto, dari Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan]()
FOTO/TNI AD
Agus Subiyanto lahir di Cimahi, Jawa Barat, 5 Agustus 1967. Ayahnya, Dedi Unadi merupakan anggota TNI yang berpangkat terakhir Sersan Kepala (Serka).
Masa kecil Agus diwarnai kehidupan pahit dan getir. Ibunya pergi meninggalkan keluarga saat usianya belum genap 5 tahun. Ia pun terpaksa tumbuh bersama ayah, adik, dan ibu tiri dalam hubungan yang kurang harmonis.
Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002).
Pangkat Letnan Kolonel (Letkol) diberikan kepada Dudung ketika diangkat menjadi Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002–2004). Kemudian ia dimutasi menjadi Dandim 0406/Musi Rawas (2004–2006), Dandim 0418/Palembang (2006–2008), Pabandya 2/Lurjahril Mabesad (2008–2009), Pabandya 3/Diaga Mabesad (2009–2010).
Karier Dudung terus menanjak. Ia meraih pangkat Kolonel saat ditunjuk menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011). Selanjutnya dimutasi menjadi Danrindam II/Sriwijaya (2011–2012), Paban I/Ren Spersad (2012–2013), Paban I/Ren Spers TNI (2013–2014), Pamen Denma Mabes TNI (2014–2015), Dandenma Mabes TNI (2015).
Dudung akhirnya pecah bintang atau meraih pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) saat diangkat menjadi Wagub Akmil (2015–2016). Kemudian dimutasi menjadi Staf Khusus Kasad (2016–2017) dan Waaster KSAD (2017–2018).
Pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) ketika dipromosikan menjadi Gubernur Akmil (2018–2020). Selanjutnya Dudung ditarik ke Jakarta menjadi Pangdam Jayakarta (2020–2021).
Sukse menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung dipromosikan menjadi Pangkostrad pada 2021. Pangkatnya pun naik menjadi Letnan Jenderal (Letjen). Masih di tahun yang sama, Dudung akhirnya meraih pangkat jenderal penuh (bintang empat) saat diangkat Presiden Jokowi menjadi KSAD (2021–2023). Menjelang pensiun, kini Dudung dimutasi menjadi Pati Mabes TNI-AD.
c. Brevet dan Penghargaan
Selama berkarier di militer, Dudung meraih banyak brevet dan penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Berikut ini beberapa di antaranya:- Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
- Brevet Kualifikasi Para Raider
- Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad
- Brevet Para Utama
- Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor)
- Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur)
- Bintang Darma
- Bintang Kartika Eka Paksi Utama
- Bintang Bhayangkara Utama
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
- Bintang Yudha Dharma Nararya
- Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
- Satyalancana Kesetiaan 32 Tahun
- Satyalancana Dharma Bantala
- Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
- Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun
- Satyalancana Seroja
- Satyalancana Dharma Nusa
- Satyalancana Dwidya Sistha
- Satyalancana Santi Dharma
Selain itu, Dudung juga mengoleksi empat brevet di dada kanan:
- Brevet Junior Officer Combat - Instructor Training – Indonesia (JOCIT-I)
- Master Parachutist Badge (US Army)
- Air Assault Badge (US Army)
- Wing Penerbang TNI AD Kelas I (2022)
Dudung juga mendapatkan tujuh brevet kehormatan dalam dua tahun terakhir:
- Brevet Astros (2022)
- Wing Penerbang TNI AU Kelas I (2022)
- Armed Forces of the Philippines (2022)
- Master Parachutist Badge - Singapore Army (2022)
- Brevet Hiu Kencana (2022)
- Brevet Intai Amfibi Korps Marinir (2023)
- Brevet Anti-Teror Aspek Laut (2023)
2. Jenderal TNI Agus Subiyanto

FOTO/TNI AD
Agus Subiyanto lahir di Cimahi, Jawa Barat, 5 Agustus 1967. Ayahnya, Dedi Unadi merupakan anggota TNI yang berpangkat terakhir Sersan Kepala (Serka).
Masa kecil Agus diwarnai kehidupan pahit dan getir. Ibunya pergi meninggalkan keluarga saat usianya belum genap 5 tahun. Ia pun terpaksa tumbuh bersama ayah, adik, dan ibu tiri dalam hubungan yang kurang harmonis.
Lihat Juga :