Suara Anak Muda, Gerbong Perubahan Negeri di Pemilu 2024
Rabu, 01 November 2023 - 01:37 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sikap skeptis melihat kondisi itu lahirlah sikap apatis, apakah suara kita akan membawa perubahan yang berarti untuk bangsa. Padahal memang dari orang tua aku mengarahkan agar aku menggunakan hakku. Mau milih siapa saja oke tapi golput bukan pilihan," ungkapnya.
Pengamat Politik Ujang Komarudin memandang optimistis suara anak muda ke depan bisa menjadi sebuah lokomotif perubahan dengan menempatkan perspektif mereka pada titik bahwa mereka bisa menjadi bagian dari perubahan negeri.
Dia mengambil contoh dirinya saat muda. "Ujang muda saat itu berpikir tidak ada persoalan bangsa ini yang tuntas. Dalam pergumulan saya saat kuliah politik di UIN, S1, S2. Saya ingin tahu kenapa anak muda anti terhadap politik. Lalu saya temukan bahwa harus berkontribusi bagi bangsa ini lewat berbagai aspek salah satunya melalui politik ” ujar Ujang.
Untuk itu, dia berpesan kepada kaum muda agar tidak apatis dengan politik karena dengan langkah itu perubahan bisa tercapai.
"Bisa kok kita berkontribusi melalui politik. Cuman kesadaran itu belum ada. Nah, itu yang harus kita bangun. Ngapaian rebahan, mager, nongkrong. Kita harus membangun perspektif yang baru bahwa kita anak muda yang potensial dibutuhkan bangsa ini untuk berkontribusi bagi bangsa,jika tidak maka yang akan mengisi ruang itu adalah anaknya ketua DPR, anak pejabat, anaknya Bupati saja," ungkap Ujang.
Pengamat Politik Ujang Komarudin memandang optimistis suara anak muda ke depan bisa menjadi sebuah lokomotif perubahan dengan menempatkan perspektif mereka pada titik bahwa mereka bisa menjadi bagian dari perubahan negeri.
Dia mengambil contoh dirinya saat muda. "Ujang muda saat itu berpikir tidak ada persoalan bangsa ini yang tuntas. Dalam pergumulan saya saat kuliah politik di UIN, S1, S2. Saya ingin tahu kenapa anak muda anti terhadap politik. Lalu saya temukan bahwa harus berkontribusi bagi bangsa ini lewat berbagai aspek salah satunya melalui politik ” ujar Ujang.
Untuk itu, dia berpesan kepada kaum muda agar tidak apatis dengan politik karena dengan langkah itu perubahan bisa tercapai.
"Bisa kok kita berkontribusi melalui politik. Cuman kesadaran itu belum ada. Nah, itu yang harus kita bangun. Ngapaian rebahan, mager, nongkrong. Kita harus membangun perspektif yang baru bahwa kita anak muda yang potensial dibutuhkan bangsa ini untuk berkontribusi bagi bangsa,jika tidak maka yang akan mengisi ruang itu adalah anaknya ketua DPR, anak pejabat, anaknya Bupati saja," ungkap Ujang.
(jon)
Lihat Juga :