Pengamat Sebut Duet Prabowo-Gibran Dinasti Politik: Tak Baik untuk Demokrasi
Selasa, 24 Oktober 2023 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi semua membangun dinasti politik, karena tidak ada UU yang aturnya. Jadi semua keluarga itu punya peluang membangun dinasti politik, siapa pun, kerena tidak ada regulasi yang mengatur pembatasan jabatan. Itu persoalan di kita," tambahnya.
Kendati demikian, Ujang merasa dinasti politik di negeri ini telah tumbuh subur. Ia pun merasa, dampak suburnya praktik dinasti politik tidak baik untuk keberlangsungan demokrasi.
"Ya dampaknya, akan terjadi KKN, kan di banyak daerah seperti itu. Dampaknya seperti itu. Maka juga ya tidak baik untuk demokrasi, karena demokrasi hanya beri kesempatan kepada keluarga tertentu untuk berkuasa, tidak beri kesempatan untuk yang lain," tandasnya.
Sekadar informasi, Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah memutuskan, Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024.
Keputusan diambil setelah para ketum parpol yang tergabung di KIM mengadakan rapat di rumah Prabowo, Kertanegara IV Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023) malam.
Kendati demikian, Ujang merasa dinasti politik di negeri ini telah tumbuh subur. Ia pun merasa, dampak suburnya praktik dinasti politik tidak baik untuk keberlangsungan demokrasi.
"Ya dampaknya, akan terjadi KKN, kan di banyak daerah seperti itu. Dampaknya seperti itu. Maka juga ya tidak baik untuk demokrasi, karena demokrasi hanya beri kesempatan kepada keluarga tertentu untuk berkuasa, tidak beri kesempatan untuk yang lain," tandasnya.
Sekadar informasi, Koalisi Indonesia Maju (KIM) telah memutuskan, Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024.
Keputusan diambil setelah para ketum parpol yang tergabung di KIM mengadakan rapat di rumah Prabowo, Kertanegara IV Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023) malam.
Lihat Juga :