Perang Palestina-Israel, Ketua DPP Partai Perindo Minta Pemerintah Segera Evakuasi WNI
Minggu, 15 Oktober 2023 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
"Terlebih sudah diduga bahwa tragedi kemanusiaan dan kemiskinan berkepanjangan akan menjadi fenomena di Palestina," ujarnya, Minggu (15/10/2023).
Pengamat Militer dan Intelijen ini menjelaskan konflik di kawasan tersebut semakin memuncak saat adanya deklarasi pendirian negara Israel pada 15 Mei 1948. Warga Palestina menolak sehingga akhirnya pecah perang Al-Nakhba atau perang yang diartikan sebagai malapetaka.
"Buntut dari perang tersebut, ratusan ribu warga Arab Palestina melarikan diri meninggalkan rumah mereka. Selang satu tahun, Israel pun berhasil menguasai beberapa wilayah Palestina," jelasnya.
Hal yang membuat Palestina bergejolak menyerang Israel maupun sebaliknya adalah wilayah Yerusalem yang dibagi menjadi dua, di mana wilayah barat dikuasai oleh Israel dan wilayah timur oleh Yordania. Kedua belah pihak yang tengah berperang saling pantau dengan kekuatan intelijen masing-masing.
Palestina sendiri harus mampu menyatukan pemikiran faksi-faksi yang ada di dalam negerinya. Faksi tersebut harus disepakati dan dijadikan acuan dalam perundingan mencari solusi. Ada beberapa kekuatan di Palestina selain Hamas, ada Fatah, PLO, PNA dan faksi-faksi kecil lainnya.
Pengamat Militer dan Intelijen ini menjelaskan konflik di kawasan tersebut semakin memuncak saat adanya deklarasi pendirian negara Israel pada 15 Mei 1948. Warga Palestina menolak sehingga akhirnya pecah perang Al-Nakhba atau perang yang diartikan sebagai malapetaka.
"Buntut dari perang tersebut, ratusan ribu warga Arab Palestina melarikan diri meninggalkan rumah mereka. Selang satu tahun, Israel pun berhasil menguasai beberapa wilayah Palestina," jelasnya.
Hal yang membuat Palestina bergejolak menyerang Israel maupun sebaliknya adalah wilayah Yerusalem yang dibagi menjadi dua, di mana wilayah barat dikuasai oleh Israel dan wilayah timur oleh Yordania. Kedua belah pihak yang tengah berperang saling pantau dengan kekuatan intelijen masing-masing.
Palestina sendiri harus mampu menyatukan pemikiran faksi-faksi yang ada di dalam negerinya. Faksi tersebut harus disepakati dan dijadikan acuan dalam perundingan mencari solusi. Ada beberapa kekuatan di Palestina selain Hamas, ada Fatah, PLO, PNA dan faksi-faksi kecil lainnya.
Lihat Juga :