Dubes RI untuk RRT Berbagi Pengalaman China Atasi Corona

Kamis, 30 April 2020 - 09:57 WIB
loading...
Dubes RI untuk RRT Berbagi...
Duta Besar RI untuk Tiongkok (China) merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menggelar diskusi online via Zoom. Diskusi mengusung tema utama, "Belajar dari Dunia Mengatasi Covid-19", Rabu (29/4/2020) malam.

Diskusi menghadirkan Duta Besar RI untuk Tiongkok (China) merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun sebagai narasumber. Dua narasumber lainnya, dr. Tirta yang merupakan Co-Founder Kurir Kebaikan serta M. Ageng Dendy, sekretaris jenderal (sekjen) DPP GMNI.

Diskusi garapan DPP GMNI Bidang Riset dan Teknologi ini dipandu Charis Subarkha. Dalam diskusi ini, narasumber bergantian menyampaikan paparannya. Dimulai dari Dubes RI untuk Tiongkok itu. (Baca juga: Jabar Sepakat Ajukan PSBB Tingkat Provinsi)

Disampaikan Djauhari, beberapa kebijakan dari Pemerintah China ata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang telah dilakukan sejauh ini yaitu pembangunan infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit sementara, tempat layanan pemeriksaan. Lalu mobilisasi tenaga medis ke Provinsi Hubei yang menjadi epicentrum wabah virus Corona atau Covid-19.

"Kebijakan wajib menggunakan masker juga menuntut untuk China penyediaan masker secara masif. Maka pemerintah china mengalihfungsikan pabrik-pabrik menjadi industri alat kesehatan, dan menjadikan china suplayer utama alat kesehatan di dunia," katanya.

Pemerintah China juga menerapkan kebijakan memperpanjang masa physical distancing. Dan tak mengizinkan warga untuk berpergian keluar daerah termasuk pulang ke kampung halaman. Serta meliburkan sekolah-sekolah, membatalkan even besar, menunda sidang tahunan partai penguasa.

"Dalam sektor ekonomi Pemerintah China memberikan bantuan kepada kalangan yg paling terpukul, memberikan insentif kepada UKM, karena sebagai salah satu penopang utama ekonomi china," lanjut Djauhari.

Pada Desember, total cadangan devisa China mencapai USD 3,3 triliun, atau setara 25-30 kali cadangan devisa negara Indonesia. Sekarang ini tersisa USD 3,1 trilun yg telah terpakai untuk penanggulangan corona.

Langkah lain juga dilakukan China seperti transparency and coordinated action yang melaporkan perkembangan secara transparan dan diverifikasi oleh WHO.

Pemerintah China juga fokus pada kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mempercepat penelitian dan pengembangan tes obat antibodi dan obat tradisional. Serta melanjutkan pada uji coba teknis agar dapat melihat tingkat keberhasilannya.

"Kerja sama Indonesia dan China juga telah dilakukan. Dalam private sector, investor-investor china mengirimkan bantuan ke Indonesia yang salah satunya mengirimkan ventilator dan PCR," bebernya.

Setelah Djauhari, narasumber selanjutnya dr. Tirto. Dokter muda ini berbagi cerita mengenai kondisi dan pengalamannya sebagai tenaga medis dalam penanganan virus ini.

"Para relawan mengalami kelelahan secara mental dalam membantu penanggulangan Covid-19. Masyarakat Indonesia yg masih belum memiliki kesadaran tentang ancaman Covid-19. Padahal virus ini siap menyerang siapapun itu," katanya.

Dia berharap masyarakat saling membantu dalam kondisi pandemi ini. Dengan peran yang dimiliki masing-masing individu. Dan tetap positif thinking, tetap tenang, jangan takut, tapi tetap waspada. "Covid-19 adalah sebuah ancaman, tapi tidak harus takut berlebihan," tuturnya.

Berikutnya, Sekjen DPP GMNI, M. Ageng Dendy yang memaparkan pandangannya. Di tengah pandemi ini, mantan ketua Korda GMNI Jawa Timur itu mengimbau seluruh anggota dan kader GMNI untuk tetap kritis dalam keadaan seperti ini.

"Jangan berpasrah diri dan diam. Tapi bagaimana kita bisa memberikan masukan-masukan yang logis dan bisa dipertimbangkan pemerintah. Kita juga harus punya kesadaran untuk bergerak bersama," katanya.

Garis besar diskusi ini sebagai wadah menambah referensi, belajar secara detail tentang kebijakan, program dan langkah langkah yang dilakukan di negara Tiongkok.

Diskusi tersebut merupakan Progam Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI, acara tersebut sengaja diadakan secara rutin oleh bidang ristek guna belajar secara detail tentang kebijakan, program dan langkah langkah yang dilakukan di negara Tiongkok.

Diskusi ini merupakan rangkaian diskusi online yang kelima dilaksanakan DPP GMNI Bidang Riset dan Teknologi. Pertama, diskusi online bersama Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia. Kemudian dengan Atdikbud Belanda. Yang ketiga dengan Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI Agus Widjojo. Keempat, bersama Dubes RI untuk Vietnam.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Alex Kecelakaan di Tikungan 13
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Berita Terkini
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved