Ganjar Pranowo Dorong Reformasi Kurikulum Perguruan Tinggi untuk Sesuaikan Kebutuhan

Minggu, 01 Oktober 2023 - 06:33 WIB
loading...
Ganjar Pranowo Dorong...
Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kurikulum yang adaptif di perguruan tinggi di Indonesia. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kurikulum yang adaptif di perguruan tinggi di Indonesia. Pandangannya itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara IdeaFest di Senayan, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut menyampaikan itu saat diminta merespons fenomena yang mengungkap bahwa lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) seringkali lebih diminati oleh perusahaan daripada lulusan Perguruan Tinggi (PT). Adapun alasannya, lulusan STM cenderung mempunyai keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Ganjar dalam tanggapannya menekankan pentingnya reformasi kurikulum pendidikan di semua tingkatan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Ganjar berpendapat, kurikulum harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih pendidikan yang relevan.

Baca juga: Survei Indikator Politik: Ganjar Pranowo Didominasi Strong Voters



"Kan ada merdeka belajar, sebenarnya kampus juga harus memerdekakan para mahasiswanya, memerdekakan kurikulumnya, dan lebih ramah pada lingkungan. Lingkungan itu apa? perubahan eksternal. Maka kalau dia (kurikulum) kaku kaku aja, begitu-begitu, itu akan terjadi. Percayalah, kalah sama anak-anak sekolah vokasi," kata Ganjar.

Ganjar juga mengatakan pentingnya magang bagi mahasiswa, baik di perusahaan maupun di pemerintahan. Dia melanjutkan, pengalaman ini akan memberikan mahasiswa pengetahuan dan wawasan yang diperlukan saat memasuki dunia kerja, serta membantu perusahaan dan instansi pemerintah dalam penerimaan mahasiswa.

"Kurikulum mesti adaptif, anak-anak juga mesti adaptif, artinya mahasiswa, studen itu butuh magang, butuh pengenalan dengan industri, butuh Teaching industry untuk bisa berkolaborasi, dan itu menurut saya kekinian banget," tutur Ganjar.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengidentifikasi dan mengembangkan bakat serta potensi mahasiswa. Dia menilai ini akan membantu mahasiswa menjadi tangguh dan sukses di masa depan.

"Pendidikan tidak hanya memberikan satu perintah-perintah saja, juga harus mencari bakat kan, talentanya mesti dikembangkan. Karena kelak dikemudian hari, dia (mahasiswa bilang) 'Ini yang saya dapat, ini yang saya bisa'. Dan dia akan tangguh dengan ilmu pengetahuan," ungkapnya.

Ganjar mengungkapkan telah menerapkan program magang bagi mahasiswa selama masa jabatannya. "Saya buka tempat magang, dan tiap tahun mahasiswa datang magang, termasuk para penyandang disabilitas, maka sudah saatnya juga sekolah wajib inklusi. Sehingga kita menjadi tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka. Ya kurikulumnya jangan kaku-kaku dong, zaman berubah," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Kurikulum S3 Manajemen...
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved