BLT Dinilai Bukti Hadirnya Negara di Tengah Pandemi COVID-19
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 22:10 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya menjelaskan, sumber dana BLT itu berasal dari dana kampung yang sudah ditransfer oleh pemerintah pusat sejak dua minggu lalu dan pemerintah daerah sendiri ikut membantu mengawasi dalam penyaluran BLT ini agar tepat sasaran. Bagi warga yang berada di luar Puncak juga diminta untuk tidak khawatir, karena pasti akan ditransfer ke rekening masing-masing KK.
“Soal pembagian dana BLT ini, saya yakin akan merata dan adil, karena budaya dan adat masyarakat di pegunungan tengah khususnya di Kabupaten Puncak, sudah memiliki budaya, kebersamaan, jujur dan gotong royong. Beberapa kampung yang baru dimekarkan juga mendapatkan dana sebesar Rp300 jutaan. Kampung induk bisa mendapatkan dana sampai Rp7 miliar yang disesuaikan dengan jumlah KK,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, pembagian dana BLT ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, menggunakan cara kearifan lokal, dimana masyarakat terlebih dahulu membakar batu, selanjutnya kepala kampung dan petugas dan diawasi oleh pihak Distrik dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPPMK) Kabupaten Puncak, dibagi secara merata kepada masyarakat sesuai dengan data KK di kampung-kampung yang menerima bantuan langsung tunai.
“Kami senang, pemerintah pusat, melalui Presiden Joko Widodo, Menteri Desa dan Gubernur, Bupati, telah membantu kami dengan dana BLT, kami akan bagi dana ini merata kepada semua warga di kampung kami,” kata Kepala Kampung Kunga, Distrik Amukia, Simson Elas. (Baca juga: Menko Airlangga Sebut Manfaat Gaji ke-13, Apakah Itu?)
Meski zona hijau, protokol kesehatan wajib diterapkan kepada penumpang pesawat yang menuju Kabupaten Puncak atau keluar dari Kabupaten Puncak. "Cek suhu badan, penggunaan masker serta mencuci tangan tetap diterapkan. Hal ini tentu saja untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di tanah Papua," pungkas Willem.
“Soal pembagian dana BLT ini, saya yakin akan merata dan adil, karena budaya dan adat masyarakat di pegunungan tengah khususnya di Kabupaten Puncak, sudah memiliki budaya, kebersamaan, jujur dan gotong royong. Beberapa kampung yang baru dimekarkan juga mendapatkan dana sebesar Rp300 jutaan. Kampung induk bisa mendapatkan dana sampai Rp7 miliar yang disesuaikan dengan jumlah KK,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, pembagian dana BLT ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Puncak, menggunakan cara kearifan lokal, dimana masyarakat terlebih dahulu membakar batu, selanjutnya kepala kampung dan petugas dan diawasi oleh pihak Distrik dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPPMK) Kabupaten Puncak, dibagi secara merata kepada masyarakat sesuai dengan data KK di kampung-kampung yang menerima bantuan langsung tunai.
“Kami senang, pemerintah pusat, melalui Presiden Joko Widodo, Menteri Desa dan Gubernur, Bupati, telah membantu kami dengan dana BLT, kami akan bagi dana ini merata kepada semua warga di kampung kami,” kata Kepala Kampung Kunga, Distrik Amukia, Simson Elas. (Baca juga: Menko Airlangga Sebut Manfaat Gaji ke-13, Apakah Itu?)
Meski zona hijau, protokol kesehatan wajib diterapkan kepada penumpang pesawat yang menuju Kabupaten Puncak atau keluar dari Kabupaten Puncak. "Cek suhu badan, penggunaan masker serta mencuci tangan tetap diterapkan. Hal ini tentu saja untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di tanah Papua," pungkas Willem.
(kri)
Lihat Juga :