Dukungan NU di Pilpres 2024 Tergantung ke Mana Arah Jokowi

Selasa, 19 September 2023 - 11:01 WIB
loading...
Dukungan NU di Pilpres...
Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta, pada Senin, 18 September 2023. Foto/Dok Setpres
A A A
JAKARTA - Dukungan warga Nahdlatul Ulama ( NU ) di Pilpres 2024 diprediksi akan mengikuti ke mana arah dukungan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Warga NU merupakan salah satu tulang punggung elektabilitas Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan merespons pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau disapa Gus Yahya yang mengatakan NU tidak pernah jauh-jauh dari Presiden Jokowi. Djayadi juga melihat NU di bawah kepemimpinan Gus Yahya punya hubungan khusus dengan Jokowi.

“Ya, pernyataan itu mengonfirmasi anggapan publik, termasuk saya, bahwa NU, terutama di bawah pimpinan Gus Yahya memang punya hubungan khusus dengan Presiden Jokowi,” kata Djayadi kepada SINDOnews, Selasa (19/9/2023).

Baca juga: Gus Yahya: NU Tidak Pernah Jauh-jauh dari Presiden Jokowi



Djayadi mengatakan, bagi NU tentu saja ini masuk akal. “Karena dengan berada dalam lingkaran kekuasaan Presiden tentu akses NU ke berbagai sumber daya menjadi sangat terbuka lebar,” ujar Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) ini.

Dia menuturkan, mayoritas warga NU secara politik terutama yang di Jawa Timur dan Jawa Tengah memilih Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. “Jadi warga NU adalah salah satu tulang punggung elektabilitas Jokowi,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa warga negara Indonesia yang punya hak pilih, yang merasa bagian dari NU itu mencapai jumlah mayoritas di seluruh Indonesia. “Dengan kedekatan seperti ini, maka warga NU diperkirakan juga akan cukup mempertimbangkan ke mana arah dukungan Jokowi untuk Pemilu 2024. Itulah alasan mengapa semua capres/cawapres tampak mencoba dekat dengan warga NU sekaligus dengan dengan Jokowi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau disapa Gus Yahya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah membantu berbagai program PBNU hingga terselenggara dengan baik. Dia bercerita Jokowi telah membantu NU dalam pembangunan gedung Universitas NU di Yogyakarta.

“Alhamdulillah dengan bimbingan dan ikhtiar langsung dari Bapak Presiden sejak tahun lalu sejak dimulainya masa khidmah kepengurusan ini, beliau berhasil mengarahkan untuk didirikannya satu gedung baru Universitas NU Yogyakarta," ujar Gus Yahya saat pembukaan Munas dan Konbes NU 2023 di Ponpes Al Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

Sejak awal masa khidmat kepengurusan PBNU era Gus Yahya, Presiden Jokowi secara pribadi mengajak Presiden Persatuan UEA untuk ikut membantu. Sehingga, ada komitmen untuk pertama membangunkan satu gedung lagi Universitas NU di Yogyakarta.

Bahkan, PBNU juga diarahkan dan dituntun Presiden Jokowi untuk menjalin kerja sama strategis dengan MBZ University Of Humanities. Terutama dalam mengembangkan school for future studies.

Atas berbagai bantuan itu, Gus Yahya menyebut Presiden Jokowi memang tidak ingin jauh-jauh dari PBNU. Lalu, Gus Yahya turut memastikan NU tidak akan jauh-jauh dari Jokowi.

"Saya sepenuhnya merasakan bahwa sejak memulai khidmah ini Pak Presiden tidak pernah jauh-jauh dari PBNU. Senantiasa membersamai PBNU sampai titik ini. Tentu saja saya sampaikan keluarga PBNU, insyaallah NU juga tidak akan pernah jauh-jauh dari Presiden Jokowi," katanya.

"Ini hanya sekadar menyebut satu dua dari lebih banyak lagi yang telah dilakukan Bapak Presiden dalam membantu NU selama ini," tambahnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Ipul Ungkap Calon...
Gus Ipul Ungkap Calon Kuat Ketum PBNU: Nasaruddin Umar dan Gus Yahya
‘Perang Tiga Poros’...
‘Perang Tiga Poros’ di Muktamar NU 2026, dari Istana hingga Pesantren
PBNU Dorong Gerakan...
PBNU Dorong Gerakan Peningkatan Ketahanan Sosial Masyarakat
Ketum PBNU Ajak Salat...
Ketum PBNU Ajak Salat Gaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Timur Tengah Memanas,...
Timur Tengah Memanas, Gus Yahya Sebut Indonesia Bisa Manfaatkan BoP untuk Upaya Perdamaian
Puncak Harlah 100 Tahun...
Puncak Harlah 100 Tahun NU, Gus Yahya: Upayakan Perdamaian Manusia
Pesan Iduladha 2026...
Pesan Iduladha 2026 dari Ketum PBNU: Teguhkan Iman, Siap Berkorban demi Masa Depan Lebih Baik
Profil Pendidikan KH...
Profil Pendidikan KH Zulfa Mustofa, Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya
Gus Yahya Tegaskan Masih...
Gus Yahya Tegaskan Masih Menjabat sebagai Ketua Umum PBNU
Rekomendasi
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved