Pengamat Militer: UU TNI Tak Memungkinkan Hadirnya Opsi Perpanjangan Masa Jabatan Panglima
Senin, 18 September 2023 - 12:39 WIB
loading...
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Foto/Dok Puspen TNI
A
A
A
JAKARTA - Opsi perpanjangan masa jabatan Panglima TNI belakangan tengah mengemuka di ruang publik. Opsi ini muncul setelah diungkap oleh Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid seusai menggelar rapat bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkap bahwa opsi ini tidak ada sama sekali tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"UU 34/2004 tentang TNI tidak memungkinkan hadirnya opsi perpanjangan. Jadi selama tidak ada perubahan UU, itu cuma asal lempar wacana saja," kata Fahmi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (18/9/2023).
Diketahui, opsi ini muncul dengan alasan pergantian Panglima TNI dan KSAD menjelang pemilu akan mempengaruhi stabilitas politik dan keamanan. Ia menilai, alasan ini hanyalah mitos dan kekhawatiran yang selalu difabrikasi dengan motif tertentu.
Sebab, kata dia, pensiun dan suksesi kepemimpinan adalah sesuatu yang alamiah dan dapat dipersiapkan. Sedangkan TNI adalah organisasi yang sangat matang, kaya pengalaman, dan memiliki banyak kader kepemimpinan.
"Justru yang ideal adalah proses pergantian pucuk pimpinan TNI, termasuk Panglima dan kepala staf angkatan tidak dipolitisasi berlebihan dan bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan," ujarnya.
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkap bahwa opsi ini tidak ada sama sekali tertuang dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"UU 34/2004 tentang TNI tidak memungkinkan hadirnya opsi perpanjangan. Jadi selama tidak ada perubahan UU, itu cuma asal lempar wacana saja," kata Fahmi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (18/9/2023).
Diketahui, opsi ini muncul dengan alasan pergantian Panglima TNI dan KSAD menjelang pemilu akan mempengaruhi stabilitas politik dan keamanan. Ia menilai, alasan ini hanyalah mitos dan kekhawatiran yang selalu difabrikasi dengan motif tertentu.
Sebab, kata dia, pensiun dan suksesi kepemimpinan adalah sesuatu yang alamiah dan dapat dipersiapkan. Sedangkan TNI adalah organisasi yang sangat matang, kaya pengalaman, dan memiliki banyak kader kepemimpinan.
"Justru yang ideal adalah proses pergantian pucuk pimpinan TNI, termasuk Panglima dan kepala staf angkatan tidak dipolitisasi berlebihan dan bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan," ujarnya.
Lihat Juga :