Ikuti Ngaji Kebangsaan, Pemuda Diharapkan Tidak Buta Politik
Minggu, 17 September 2023 - 17:42 WIB
loading...
Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi pembicara dalam acara Ngaji Kebangsaan di Masjid Syaairullah, Jakarta, Minggu (17/9/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Pena Ilmu dan Organisasi Kawula Muda Bela Negara menggelar Ngaji Kebangsaan dengan menghadirkan Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak . Di acara yang dihadiri sekitar 700 peserta ini, Dahnil berpesan pemuda harus terus belajar, terus beradaptasi dengan keadaan, dan tidak buta politik.
Mantan ketua PP Pemuda Muhamadiyah ini juga menjelaskan pemuda yang masuk ke dunia politik bukan berarti harus terjun dalam politik praktis . Politik itu luas menyangkut segala lini kehidupan, termasuk organisasi, soasial, budaya, ekonomi, dan pertahanan serta kemasyarakatan. Baca juga: Anak Muda NU Harus Berani Terjun Politik Sejak Dini
Dalam acara yang diadakan di Masjid Sya'airullah dan dihadiri Pembina Yayasan Pena Ilmu KH Irvan Yusuf, Dahnil menyampaikan masjid harus menjadi pusat peradaban. Menjadi tempat berbagai macam hal positif dibahas dan didiskusikan.
"Dan hari ini Kawula Muda Bela Negara memberikan kontribusi materil dan pendampingan untuk lahirnya UMKM yang dibina oleh Yayasan Pena Ilmu yang membina 50 Masjid di Jakarta Timur," kata Dahnil, Minggu (17/9/2023).
"Saya harap acara-acara seperti ini terus diselenggarakan, agar bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pencerahan mengenai wawasan kebangsaan bagi pemuda-pemudi," sambungnya.
Koordinator Kawula Muda Bela Negara Rachmat Tri Fahmi menyampaikan konteks perspektif yang luas untuk membela negara. Perlu digerakkannya ekonomi kerakyatan berbasis komunal di setiap rumah ibadah. Baca juga: Muhammadiyah: Usulan BNPT Kontrol Tempat Ibadah Munculkan Masalah Baru
"Semoga Kawula Muda Bela Negara menjadi organisasi yang menghimpun seluruh elemen pemuda yang nantinya bisa berkolaborasi, bertukar gagasan dan pikiran untuk kemajuan NKRI dalam rangka berkhidmat kepada umat dan bangsa," tandasnya.
Mantan ketua PP Pemuda Muhamadiyah ini juga menjelaskan pemuda yang masuk ke dunia politik bukan berarti harus terjun dalam politik praktis . Politik itu luas menyangkut segala lini kehidupan, termasuk organisasi, soasial, budaya, ekonomi, dan pertahanan serta kemasyarakatan. Baca juga: Anak Muda NU Harus Berani Terjun Politik Sejak Dini
Dalam acara yang diadakan di Masjid Sya'airullah dan dihadiri Pembina Yayasan Pena Ilmu KH Irvan Yusuf, Dahnil menyampaikan masjid harus menjadi pusat peradaban. Menjadi tempat berbagai macam hal positif dibahas dan didiskusikan.
"Dan hari ini Kawula Muda Bela Negara memberikan kontribusi materil dan pendampingan untuk lahirnya UMKM yang dibina oleh Yayasan Pena Ilmu yang membina 50 Masjid di Jakarta Timur," kata Dahnil, Minggu (17/9/2023).
"Saya harap acara-acara seperti ini terus diselenggarakan, agar bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pencerahan mengenai wawasan kebangsaan bagi pemuda-pemudi," sambungnya.
Koordinator Kawula Muda Bela Negara Rachmat Tri Fahmi menyampaikan konteks perspektif yang luas untuk membela negara. Perlu digerakkannya ekonomi kerakyatan berbasis komunal di setiap rumah ibadah. Baca juga: Muhammadiyah: Usulan BNPT Kontrol Tempat Ibadah Munculkan Masalah Baru
"Semoga Kawula Muda Bela Negara menjadi organisasi yang menghimpun seluruh elemen pemuda yang nantinya bisa berkolaborasi, bertukar gagasan dan pikiran untuk kemajuan NKRI dalam rangka berkhidmat kepada umat dan bangsa," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :