Ganjar Pranowo Ungkap Korupsi Jadi Penghambat Investasi di Indonesia
Minggu, 17 September 2023 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, dia kerap membawa tagline antikorupsi. Sebab, dalam membasmi korupsi, haruslah diiringi dengan langkah menata regulasi hingga penataan kelembagaan. “Dan menempatkan aktor untuk bisa memimpinnya,” tuturnya.
Di sisi lain, Ganjar juga menilai Indonesia masih takut untuk membicarakan secara terbuka bentuk pemerintahan yang bersih. “Dan yang ketiga fondasinya adalah kita mesti jadi pemerintahan yang bersih dan saya kira ini PR yang sampai saat ini belum selesai dan kita takut untuk membicarakan secara terbuka,” katanya.
Tak hanya itu, melalui forum alumni perguruan tinggi tersebut, Ganjar memaparkan tiga fondasi dan tujuh strategi yang menjadi gagasannya jika ia terpilih jadi presiden di Pilpres 2024. Basmi korupsi menjadi satu dari tiga fondasi yang dibawakan Ganjar, sementara dua lainnya ialah digitalisasi pemerintahan dan lipat gandakan anggaran.
Berkaca dari indeks persepsi korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International Indonesia (TII). IPK Indonesia pada 2022 menurun dibanding 2021.
Pada 2021 Indonesia berhasil merengkuh poin 38, sedangkan 2022 hanya sebesar 34. Perolehan IPK pada 2022 itu menempatkan Indonesia di bawah Singapura (83), Malaysia (47), hingga Thailand (36).
Di sisi lain, Ganjar juga menilai Indonesia masih takut untuk membicarakan secara terbuka bentuk pemerintahan yang bersih. “Dan yang ketiga fondasinya adalah kita mesti jadi pemerintahan yang bersih dan saya kira ini PR yang sampai saat ini belum selesai dan kita takut untuk membicarakan secara terbuka,” katanya.
Tak hanya itu, melalui forum alumni perguruan tinggi tersebut, Ganjar memaparkan tiga fondasi dan tujuh strategi yang menjadi gagasannya jika ia terpilih jadi presiden di Pilpres 2024. Basmi korupsi menjadi satu dari tiga fondasi yang dibawakan Ganjar, sementara dua lainnya ialah digitalisasi pemerintahan dan lipat gandakan anggaran.
Berkaca dari indeks persepsi korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International Indonesia (TII). IPK Indonesia pada 2022 menurun dibanding 2021.
Pada 2021 Indonesia berhasil merengkuh poin 38, sedangkan 2022 hanya sebesar 34. Perolehan IPK pada 2022 itu menempatkan Indonesia di bawah Singapura (83), Malaysia (47), hingga Thailand (36).
(rca)
Lihat Juga :