Pendampingan KSW 5.0 Wujudkan Kolaborasi Industri dan Desa Wisata di Lombok
Jum'at, 15 September 2023 - 16:44 WIB
loading...
A
A
A
"Paket wisata ini kita susun selama proses pendampingan dan sudah diuji coba oleh narasumber sehingga kualitasnya sudah sesuai standar. Maka hotel dapat merekomendasikan paket ini kepada tamu, sehingga masa tinggal tamu pun jadi lebih lama," katanya.
Baca juga: Kemenparekraf Bantu Pengembangan Usaha Desa Wisata di Yogyakarta
Pelaku pariwisata yang dalam program ini disebut Local Champion, Lukmanul Hakim mengapresiasi Program Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang telah berhasil membantu Desa Wisata Jerowaru, Lombok Timur, membuat dan mematangkan berbagai paket wisata hingga menjadi nyata dan layak jual.
"Saya juga berharap informasi paket wisata ini bisa lebih disebarkan juga ke hotel-hotel agar banyak wisatawan berkunjung ke Desa Jerowaru, misalnya ke Bale Mangrove. Sudah terbukti setelah kami menyebarkan brosur di hotel, turis mancanegara mulai datang. Karena itu, kami juga sekarang memerlukan pelatihan untuk pemandu berbahasa asing," katanya.
Dampak positif berkembangnya pariwisata pascaprogram KSW 5.0, kata Lukman, sudah dirasakan warga. Misalnya para penjual di destinasi wisata bisa mendapatkan penghasilan di atas Rp300.000 per hari. Padahal sebelumnya sebagai petani atau nelayan pendapatan sekitar Rp30.000 per hari. Difasilitasi program KSW 5.0, Desa Jerowaru juga berhasil mencairkan pendanaan sebesar Rp231 juta dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pengembangan pariwisata.
"Melihat progress dan potensi yang ada, kami juga telah mendapatkan anggaran dari berbagai kementerian. Ini wujud kolaborasi pentahelix antara pengelola, badan usaha, pemerintah, antarkementerian," katanya.
Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Florida Pardosi yang hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman mengatakan, Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB), di mana Program KSW 5.0 ini ada di dalamnya, akan berakhir tahun ini. Namun berbagai kolaborasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi pengembangan desa wisata.
"Untuk menjaga keberlanjutannya, kami mengetuk pintu ke semua korporasi, lembaga internasional, maupun kementerian dan lembaga untuk jualan program desa-desa wisata yang terintervensi program ini. Banyak sekali kemungkinannya agar program ini bisa terus berjalan, dengan dukungan lintas sektor dan pentahelix," katanya.
Baca juga: Kemenparekraf Bantu Pengembangan Usaha Desa Wisata di Yogyakarta
Pelaku pariwisata yang dalam program ini disebut Local Champion, Lukmanul Hakim mengapresiasi Program Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang telah berhasil membantu Desa Wisata Jerowaru, Lombok Timur, membuat dan mematangkan berbagai paket wisata hingga menjadi nyata dan layak jual.
"Saya juga berharap informasi paket wisata ini bisa lebih disebarkan juga ke hotel-hotel agar banyak wisatawan berkunjung ke Desa Jerowaru, misalnya ke Bale Mangrove. Sudah terbukti setelah kami menyebarkan brosur di hotel, turis mancanegara mulai datang. Karena itu, kami juga sekarang memerlukan pelatihan untuk pemandu berbahasa asing," katanya.
Dampak positif berkembangnya pariwisata pascaprogram KSW 5.0, kata Lukman, sudah dirasakan warga. Misalnya para penjual di destinasi wisata bisa mendapatkan penghasilan di atas Rp300.000 per hari. Padahal sebelumnya sebagai petani atau nelayan pendapatan sekitar Rp30.000 per hari. Difasilitasi program KSW 5.0, Desa Jerowaru juga berhasil mencairkan pendanaan sebesar Rp231 juta dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pengembangan pariwisata.
"Melihat progress dan potensi yang ada, kami juga telah mendapatkan anggaran dari berbagai kementerian. Ini wujud kolaborasi pentahelix antara pengelola, badan usaha, pemerintah, antarkementerian," katanya.
Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Florida Pardosi yang hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman mengatakan, Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB), di mana Program KSW 5.0 ini ada di dalamnya, akan berakhir tahun ini. Namun berbagai kolaborasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi pengembangan desa wisata.
"Untuk menjaga keberlanjutannya, kami mengetuk pintu ke semua korporasi, lembaga internasional, maupun kementerian dan lembaga untuk jualan program desa-desa wisata yang terintervensi program ini. Banyak sekali kemungkinannya agar program ini bisa terus berjalan, dengan dukungan lintas sektor dan pentahelix," katanya.
Lihat Juga :