Menko PMK Minta Penanganan Stunting di Polewali Mandar Dioptimalkan
Jum'at, 15 September 2023 - 15:38 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta penanganan stunting di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dioptimalkan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta penanganan stunting di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dioptimalkan. Hal itu diungkapkan Muhadjir dalam kunjungan kerjanya di Desa Sumarrang, Kabupaten Polewali Mandar, kemarin.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Dalam kunjungannya itu, Muhadjir didampingi oleh Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, jajaran forkopimda, dan jajaran pejabat Kemenko PMK.
Menko PMK mendapatkan laporan bahwa angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar masih sangat tinggi. Bersasarkan data SSGI, Prevalensi stunting tahun 2022 di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 39,3%. Prevalensi tersebut di atas rata-rata nasional dan di atas prevalensi Provinsi Sulawesi Barat yaitu 35%.
Baca juga: MNC Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Kalimantong, Ini Harapan Dinkes Sumbawa Barat
Dalam kunjungannya di Desa Sumarrang, Muhadjir mengarahkan Kepada Pj Gubernur, Bupati, dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan dana desa untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar. Diketahui pada 2023 Kabupaten Polewali mandar memiliki pagu Dana Desa senilai Rp140,14 miliar, dengan total realisasi per 9 September 2023 senilai Rp93,71 miliar.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Dalam kunjungannya itu, Muhadjir didampingi oleh Pj Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, jajaran forkopimda, dan jajaran pejabat Kemenko PMK.
Menko PMK mendapatkan laporan bahwa angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar masih sangat tinggi. Bersasarkan data SSGI, Prevalensi stunting tahun 2022 di Kabupaten Polewali Mandar sebesar 39,3%. Prevalensi tersebut di atas rata-rata nasional dan di atas prevalensi Provinsi Sulawesi Barat yaitu 35%.
Baca juga: MNC Peduli Dukung Pencegahan Stunting di Kalimantong, Ini Harapan Dinkes Sumbawa Barat
Dalam kunjungannya di Desa Sumarrang, Muhadjir mengarahkan Kepada Pj Gubernur, Bupati, dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan dana desa untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar. Diketahui pada 2023 Kabupaten Polewali mandar memiliki pagu Dana Desa senilai Rp140,14 miliar, dengan total realisasi per 9 September 2023 senilai Rp93,71 miliar.
Lihat Juga :