Jurus Wali Kota Eri Cahyadi Kendalikan Inflasi di Surabaya
Kamis, 14 September 2023 - 18:18 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya berhasil menekan laju inflasi dengan operasi pasar, penyederhanaan rantai distribusi, hingga subsidi transportasi. (Foto: dok Pemkot Surabaya)
A
A
A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya berhasil menekan laju inflasi Surabaya pada Agustus 2023. Operasi pasar, penyederhanaan rantai distribusi, hingga subsidi transportasi pada barang kebutuhan pokok (Bapok) menjadi salah satu jurus yang diterapkan oleh TPID Kota Surabaya dalam upaya menekan laju inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2023, di Kota Surabaya terjadi inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,76, angka tersebut sudah menurun karena pada bulan Juli 2023 masih sebesar 0,15 persen. Sedangkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,76 dan angka tersebut sudah menurun dibandingkan bulan Juli 2023 dengan angka 4,46 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,6.
Eri Cahyadi bersyukur karena inflasi Surabaya terkendali dan cenderung turun. Menurutnya, laju inflasi cenderung terkendali akibat komoditas yang mengalami inflasi tidak terlalu signifikan kenaikannya dibanding komoditas yang mengalami penurunan harga.
“Komoditas bapok yang meningkat harganya masih dapat di kontrol melalui operasi pasar serta penyederhanaan rantai distribusi. Selanjutnya adalah rutin melakukan pemantauan dan pengawasan harga di pasar," ucapnya beberapa waktu lalu.
Ia pun menambahkan bahwa komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kabupaten/kota berdasarkan IHK di Provinsi Jawa Timur adalah beras. Namun, harga beras di Kota Surabaya masih berada di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) dibandingkan daerah lain yang sudah mengalami kenaikan.
“Jadi, sekarang ini harga dasar dari Bulog memang naik, sehingga tidak mungkin tidak naik harganya untuk sejumlah daerah. Untuk Surabaya kita menjaga harga itu. Kita mensubsidi ongkos transportasinya agar harga dari Bulog tidak berubah sampai di tempat pedagang jualan, sehingga kenaikan tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2023, di Kota Surabaya terjadi inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,76, angka tersebut sudah menurun karena pada bulan Juli 2023 masih sebesar 0,15 persen. Sedangkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,76 dan angka tersebut sudah menurun dibandingkan bulan Juli 2023 dengan angka 4,46 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,6.
Eri Cahyadi bersyukur karena inflasi Surabaya terkendali dan cenderung turun. Menurutnya, laju inflasi cenderung terkendali akibat komoditas yang mengalami inflasi tidak terlalu signifikan kenaikannya dibanding komoditas yang mengalami penurunan harga.
“Komoditas bapok yang meningkat harganya masih dapat di kontrol melalui operasi pasar serta penyederhanaan rantai distribusi. Selanjutnya adalah rutin melakukan pemantauan dan pengawasan harga di pasar," ucapnya beberapa waktu lalu.
Ia pun menambahkan bahwa komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di seluruh kabupaten/kota berdasarkan IHK di Provinsi Jawa Timur adalah beras. Namun, harga beras di Kota Surabaya masih berada di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) dibandingkan daerah lain yang sudah mengalami kenaikan.
“Jadi, sekarang ini harga dasar dari Bulog memang naik, sehingga tidak mungkin tidak naik harganya untuk sejumlah daerah. Untuk Surabaya kita menjaga harga itu. Kita mensubsidi ongkos transportasinya agar harga dari Bulog tidak berubah sampai di tempat pedagang jualan, sehingga kenaikan tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Lihat Juga :